Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan The International Journal of Financial Systems (IJFS) dalam kegiatan International Research Forum 2023 di Jakarta, Senin (25/9). Peluncuran jurnal ilmiah internasional ini dilakukan dengan menekankan pentingnya riset dalam pengembangan berbagai aspek sosial kemasyarakatan, termasuk sektor keuangan.
IJFS diharapkan menjadi wadah bagi peneliti OJK maupun peneliti lain dari dalam dan luar negeri untuk mendiseminasikan hasil penelitian. Jurnal ini juga ditujukan menjadi rujukan bagi pengembangan keilmuan, kebijakan, dan praktik di industri keuangan.
Pengelolaan dan cakupan kajian
OJK menyatakan pengelolaan IJFS dilakukan secara profesional dengan merujuk pada standar pengelolaan jurnal internasional. Dalam prosesnya, OJK melibatkan berbagai mitra, terutama akademisi dari dalam dan luar negeri, sebagai mitra bestari dan dewan editor.
Lingkup keilmuan yang akan dipublikasikan mencakup berbagai aspek sistem keuangan, antara lain:
- Institusi dan regulasi di sektor keuangan
- Instrumen-instrumen keuangan
- Inklusi dan literasi keuangan
- Keuangan syariah
- Topik lain terkait sistem keuangan
Ke depan, OJK menargetkan penyelenggaraan International Research Forum dan penerbitan IJFS dapat dilakukan secara periodik, konsisten, dan berkesinambungan. Upaya ini diharapkan memperkaya wawasan mengenai topik ekonomi dan keuangan dari berbagai sudut pandang, menghimpun rekomendasi kebijakan strategis serta praktik terbaik di sektor keuangan, dan berkontribusi pada pengembangan keilmuan ekonomi dan keuangan.
OJK: riset mendorong inovasi dan kesejahteraan
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan riset dapat mendorong inovasi dan pengembangan berkelanjutan yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Komitmen untuk mengembangkan penelitian dan pengembangan serta inovasi tidak hanya penting untuk mengatasi tantangan lingkungan hidup, namun juga merupakan alat penting untuk mencapai kesejahteraan ekonomi dan sosial dalam jangka panjang,” kata Mahendra.
Mahendra menambahkan, kapabilitas riset Indonesia disebut terus membaik seiring meningkatnya perekonomian. Namun, untuk memperkuat kapabilitas tersebut lebih lanjut dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Forum riset perdana bertema pengurangan karbon
International Research Forum 2023 merupakan forum pertama yang diselenggarakan OJK, mempertemukan peneliti dan akademisi dengan regulator serta pemangku kepentingan lainnya dalam sebuah forum ilmiah.
Forum ini mengusung tema “Save the Planet: The Role of Financial Sector to Support Carbon Reduction and Electric Vehicles Development”, yang dilandasi keprihatinan terhadap meningkatnya risiko akibat perubahan iklim.
Terkait tema tersebut, Mahendra menyampaikan OJK mendorong sektor jasa keuangan berkontribusi dalam pengembangan keuangan berkelanjutan. OJK menyebut telah memiliki sejumlah perangkat pendukung, termasuk Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan yang diimplementasikan sejak 2015 serta Taksonomi Keuangan Berkelanjutan ASEAN v.2 yang mengadopsi model yang dikembangkan secara global.
Selain itu, OJK juga memiliki jejaring dan business matching antara pemilik proyek hijau dan investor potensial. OJK juga memberikan insentif untuk obligasi hijau dan pembiayaan kendaraan elektrik, serta meluncurkan kerangka perdagangan karbon untuk mendukung pengembangan bursa karbon.
Pesan mitigasi perubahan iklim
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Komisioner Sekretariat Dewan Komisioner dan Logistik OJK Imansyah menekankan bahwa sektor keuangan perlu berkontribusi dalam memitigasi perubahan iklim melalui kebijakan keuangan berkelanjutan dan pendanaan proyek-proyek yang memperhatikan aspek lingkungan jangka panjang.
Forum riset ini juga menghadirkan peneliti dan praktisi dari dalam dan luar negeri yang memaparkan perkembangan terkini serta berdiskusi mengenai bursa karbon, pengembangan ekosistem, dan pembiayaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).