MediaTek memamerkan sejumlah teknologi terbarunya dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2026. Presiden MediaTek, Joe Chen, juga tampil sebagai keynote speaker pada gelaran tersebut.
Di stan yang dirancang khusus, MediaTek menampilkan berbagai terobosan yang mencakup pengembangan komunikasi 6G, perangkat 5G-Advanced CPE dengan WiFi 8, edge AI untuk smartphone dan Internet of Things (IoT), konektivitas untuk otomotif, serta teknologi pusat data generasi berikutnya. Perusahaan menilai perkembangan ini memperkuat posisinya dalam mendorong ekosistem yang cerdas dan terhubung secara mulus, dengan dukungan silikon dan AI.
Dalam sesi panggung utama bertema “AI For Life: From Edge to Cloud”, jajaran eksekutif MediaTek berdiskusi bersama mitra-mitra utamanya mengenai kolaborasi untuk memajukan visi perusahaan, terutama pada bidang mobile, otomotif, dan AI.
“Pekan ini, kami memamerkan yang terbaru dari berbagai teknologi terobosan terdepan di industri, utamanya AI tercanggih dari edge hingga cloud, selain itu ada teknologi konektivitas terdepan bagi pelanggan kami,” kata Joe Chen. Ia menambahkan, “Teknologi kami membuka jalan bagi produk, perangkat, dan standar baru yang kian menarik, di mana semuanya berfokus bagaimana mengubah kehidupan sehari-hari masyarakat dan perusahaan di seluruh dunia.”
Salah satu sorotan utama MediaTek di MWC 2026 adalah inovasi dalam pengembangan teknologi 6G. MediaTek menyebut untuk pertama kalinya di dunia, sebagai pendorong proaktif standar 6G, mereka mendemonstrasikan interoperabilitas radio 6G. Teknologi ini ditujukan untuk menghadirkan fleksibilitas dalam menyeimbangkan throughput, latensi, serta optimasi daya.
MediaTek juga menyampaikan bahwa solusi tersebut dapat menjadi fondasi untuk mendukung layanan AI generatif dan agentik yang tengah berkembang. Selain itu, perusahaan memaparkan visi tentang “personal device cloud”, yakni konsep di mana AI dapat bekerja secara mulus di perangkat pengguna melalui jaringan Wi-Fi atau 6G dalam sistem komputasi yang dijaga aspek keamanan dan kelancarannya.
Dalam pengembangan 6G, MediaTek turut mempresentasikan AI-accelerated uplink transmit diversity (TxD) yang diklaim mampu belajar dan beradaptasi otomatis terhadap kondisi jaringan, berbeda dari pendekatan sistem lama. MediaTek juga menyoroti potensi 6G dalam mengaktifkan sektor robotika generasi berikutnya melalui pemanfaatan layanan edge computing, sehingga kinerja aplikasi dapat lebih responsif dan intensif sesuai kebutuhan.
Di sisi konektivitas, MediaTek memamerkan perangkat 5G-Advanced CPE pertama di dunia dengan WiFi 8. Perangkat tersebut didukung chipset seri MediaTek T930 dan Filogic 8000.