Musisi asal Amerika Serikat Garret Dutton, yang dikenal dengan nama panggung G.Love, dilaporkan menjadi korban penipuan kripto setelah tanpa sadar mengunduh aplikasi dompet palsu dari App Store. Akibat insiden tersebut, Dutton kehilangan hampir 6 Bitcoin dengan nilai kerugian diperkirakan sekitar US$450.000 atau lebih dari Rp7 miliar.
Kasus ini disorot komentator kripto Scott Melker, yang menyebut aplikasi palsu itu meniru tampilan dan branding resmi Ledger dengan sangat meyakinkan. Melker bahkan mengaku sulit membedakan aplikasi palsu tersebut dari aplikasi yang asli.
Masalah bermula ketika Dutton diminta memasukkan seed phrase 24 kata, yakni rangkaian kode rahasia yang seharusnya tidak dibagikan. Tanpa menyadari risikonya, ia memasukkan seed phrase tersebut. Data itu kemudian diduga digunakan pelaku untuk mengambil alih akses dompet dan menguras seluruh Bitcoin miliknya.
Di sisi lain, peneliti on-chain ZachXBT melaporkan telah melacak aliran dana curian tersebut. Bitcoin yang dicuri disebut dicuci melalui KuCoin sebelum disebar ke beberapa alamat berbeda.
Pihak exchange dilaporkan telah menandai transaksi terkait dan membekukan akun yang terhubung untuk sementara waktu. Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah dana tersebut dapat dipulihkan sepenuhnya.
Insiden ini memunculkan kembali pertanyaan tentang keamanan platform distribusi aplikasi. App Store selama ini dikenal sebagai ekosistem yang terkurasi dan relatif aman, tetapi kemunculan aplikasi palsu dengan tampilan identik menunjukkan masih adanya celah, bahkan di platform besar.
Bagi pengguna kripto, risiko semacam ini dinilai lebih besar karena karakter aset yang mengandalkan self-custody. Ketika akses dompet sudah jatuh ke tangan pihak lain, tidak ada pihak ketiga yang dapat mengembalikan dana.
Kasus tersebut juga kembali menegaskan pentingnya menjaga seed phrase sebagai kunci utama kepemilikan aset kripto. Sekali informasi ini bocor, transaksi tidak dapat dibatalkan dan pemulihan dana menjadi sangat sulit. Melker menekankan bahwa setiap interaksi dengan aset kripto perlu diperlakukan sebagai tindakan yang tidak bisa dibalik, karena kesalahan kecil seperti mengunduh aplikasi yang keliru dapat berujung pada kerugian besar.