PT Pertamina Patra Niaga mendorong masyarakat beralih ke transaksi nontunai (cashless) selama periode mudik Lebaran 2026 dengan menghadirkan beragam promo melalui aplikasi MyPertamina. Salah satu penawaran yang diberikan berupa potongan harga pembelian BBM non subsidi hingga Rp 15 ribu per transaksi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan program promo semacam ini rutin disiapkan pada periode dengan mobilitas tinggi, seperti Ramadan dan Idul Fitri. Pernyataan itu disampaikan saat ia meninjau SPBU Rest Area KM 725A Tol Mojokerto–Surabaya, Kamis (19/3).
Menurut Ahad, promo tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan layanan digital, khususnya MyPertamina, untuk bertransaksi energi selama perjalanan mudik. Promo tidak hanya berlaku untuk BBM, tetapi juga mencakup produk lain seperti LPG, produk ritel di Bright Store, hingga pembelian tiket pesawat Pelita Air yang telah terintegrasi dalam aplikasi.
Ia menambahkan, program ini juga ditujukan untuk mempercepat layanan di SPBU, terutama di rest area yang menjadi titik krusial saat arus mudik. Pertamina menilai transaksi nontunai dapat mempersingkat waktu layanan dibandingkan pembayaran tunai.
Untuk memanfaatkan promo, masyarakat diminta mengunduh aplikasi MyPertamina, membuat akun, lalu menghubungkannya dengan pilihan e-wallet yang tersedia. Selama periode mudik, penggunaan transaksi nontunai tercatat meningkat. Hingga puncak arus mudik pada 18 Maret 2026, frekuensi transaksi naik sekitar 10 hingga 12 persen dibandingkan kondisi normal, terutama untuk pembelian BBM non subsidi.
Skema promo yang diberikan berupa potongan harga Rp 300 per liter dengan maksimal diskon Rp 15 ribu per transaksi, serta dapat digunakan hingga dua kali dalam seminggu. Program ini berlangsung sejak 9 Maret 2026 seiring pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri, dan dijadwalkan berakhir pada 31 Maret 2026.
Dari sisi pasokan, Pertamina menyatakan ketersediaan energi dalam kondisi aman. Untuk produk gasoline seperti Pertalite, Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo, disiapkan peningkatan stok sekitar 11,9 persen dari proyeksi normal.
Sementara itu, konsumsi BBM jenis gasoil seperti Biosolar, Pertamina Dex, dan Dexlite diproyeksikan menurun sekitar 9,8 persen, meski ketersediaan stok disebut tetap terjaga.
Pada puncak arus mudik, peningkatan konsumsi BBM non subsidi terlihat di sejumlah SPBU, khususnya di jalur Tol Trans Jawa wilayah Jawa Timur. Kenaikan rata-rata tercatat sekitar 6 hingga 7 persen di titik-titik tengah perjalanan. Adapun di wilayah yang mendekati kota tujuan seperti Surabaya, peningkatan dilaporkan lebih rendah, yakni sekitar 3 hingga 5 persen.
Meski terjadi lonjakan konsumsi, Pertamina menyebut tidak ada laporan kelangkaan BBM maupun antrean panjang di SPBU, baik di jalur tol maupun non tol. Ahad juga mengimbau masyarakat menggunakan BBM dan LPG sesuai kebutuhan, tidak melakukan pembelian berlebihan, serta merencanakan pengisian BBM agar tidak terjadi penumpukan.