Jaringan hotel internasional Minor Hotels yang berbasis di Bangkok mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan pengalaman tamu di lebih dari 640 properti mereka di berbagai negara.
Kepala Bagian Komersial Minor Hotels, Ian Di Tullio, menyatakan AI kini menjadi elemen penting dalam perjalanan wisata dan turut mengubah kendali atas permintaan pelanggan. "AI kini menjadi pintu utama dalam perjalanan wisata, dan dengannya, kendali atas permintaan juga turut berubah," katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.
Dalam penguatan strategi ini, Minor Hotels menggandeng sejumlah mitra teknologi global, yakni Google Cloud, Salesforce, OneTrust, dan Deloitte. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun platform digital terintegrasi yang menghubungkan data tamu, aktivitas pemasaran, hingga operasional layanan hotel.
Platform ini akan memanfaatkan teknologi Google Cloud, termasuk BigQuery dan Vertex AI, untuk mengolah data dalam skala besar. Melalui sistem tersebut, perusahaan menargetkan pemahaman yang lebih baik atas preferensi tamu, penyusunan penawaran yang lebih personal, serta pengelolaan data yang aman dan selaras dengan prinsip privasi.
Minor Hotels juga mengembangkan sistem berbasis AI agent yang tidak hanya menjawab pertanyaan sederhana, tetapi mampu menangani pemesanan, menyusun rencana perjalanan, hingga merespons permintaan tamu secara real-time.
Managing Director Southeast Asia Google Cloud, Mark Micallef, menilai integrasi teknologi ini memungkinkan layanan yang lebih cepat, personal, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan. Ia menyebut, kemampuan AI agent untuk memahami konteks dan mengantisipasi kebutuhan akan menjadi kunci dalam perjalanan pelanggan ke depan.
Langkah Minor Hotels mencerminkan tren yang lebih luas di dunia kerja global, ketika semakin banyak pekerjaan memanfaatkan AI karena kemampuannya memproses data dalam jumlah besar secara cepat dan akurat. Di era digital, aktivitas menghasilkan data dalam skala besar, dan AI digunakan untuk membaca pola serta membantu pengambilan keputusan berbasis informasi.
Selain itu, dorongan efisiensi turut mempercepat adopsi AI di berbagai perusahaan. Sejumlah tugas rutin dapat diotomatisasi, mulai dari layanan pelanggan hingga analisis operasional, sehingga perusahaan berupaya menekan biaya sekaligus meningkatkan produktivitas.