JAKARTA — Minat generasi muda terhadap jurusan Sains Data disebut meningkat signifikan pada 2026, seiring pesatnya perkembangan teknologi berbasis data. Universitas Nusa Mandiri (UNM) menilai tren ini turut didorong oleh meluasnya pemanfaatan artificial intelligence (AI), big data, dan machine learning di berbagai sektor industri.
Dalam perkembangan tersebut, data semakin dipandang sebagai aset strategis untuk pengambilan keputusan, baik di bidang bisnis, kesehatan, maupun pemerintahan. Kondisi ini membuat kebutuhan tenaga ahli Sains Data terus bertambah dan menjadi salah satu kompetensi yang dicari di pasar kerja.
Sejumlah laporan industri global juga menempatkan profesi seperti data analyst, data scientist, hingga business intelligence specialist sebagai pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat. Situasi itu menjadikan jurusan Sains Data dinilai sebagai pilihan strategis bagi calon mahasiswa yang menargetkan prospek karier di masa depan.
Ketua Program Studi Sains Data UNM, Tati Mardiana, mengatakan meningkatnya minat terhadap bidang tersebut sejalan dengan kebutuhan industri saat ini. “Saat ini hampir semua keputusan bisnis berbasis data. Artinya, kebutuhan terhadap lulusan yang mampu mengolah dan menganalisis data akan terus meningkat,” ujarnya dalam rilis yang diterima Selasa (14/4/2026).
Tati menekankan Sains Data tidak sekadar mengolah angka, melainkan menghasilkan wawasan yang bernilai bagi pengambilan keputusan. “Sains Data itu kombinasi antara logika, teknologi, dan pemahaman bisnis. Itu yang membuat jurusan ini sangat relevan di era sekarang,” katanya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, UNM menyatakan menghadirkan kurikulum berbasis industri yang menekankan keseimbangan antara teori dan praktik. Mahasiswa dibekali kemampuan mengolah data menggunakan berbagai perangkat yang umum dipakai di dunia kerja, serta dilatih menerjemahkan data menjadi strategi bisnis yang aplikatif.
Meski demikian, Tati mengingatkan bidang Sains Data memiliki tantangan tersendiri. Menurut dia, bidang ini menuntut kemampuan analisis yang kuat, ketelitian tinggi, dan komitmen belajar berkelanjutan mengikuti perkembangan teknologi. “Sains Data memang punya prospek besar, tapi tidak instan. Mahasiswa harus siap belajar terus dan mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat,” ujarnya.
Seiring berkembangnya era digital, peran data diperkirakan semakin krusial. Karena itu, memilih jurusan Sains Data dinilai bukan semata mengikuti tren, melainkan langkah strategis untuk terlibat dalam ekosistem teknologi yang terus berkembang. “Melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan kebutuhan industri, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis terus berkomitmen mencetak talenta digital yang siap bersaing di era ekonomi berbasis data,” kata Tati.