BERITA TERKINI
Microsoft Perkenalkan Copilot Health, Fitur AI untuk Membantu Pengguna Memahami Data Kesehatan

Microsoft Perkenalkan Copilot Health, Fitur AI untuk Membantu Pengguna Memahami Data Kesehatan

Microsoft merilis fitur baru berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Copilot Health, menyusul langkah sejumlah perusahaan teknologi yang belakangan gencar mengembangkan AI khusus untuk kebutuhan kesehatan. Fitur ini diumumkan melalui laman resmi Microsoft AI pada Kamis (12/3/2026).

Menurut Microsoft, Copilot Health merupakan ruang khusus di dalam chatbot Copilot yang dirancang untuk membantu pengguna memahami informasi kesehatan. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan terkait hasil tes laboratorium, rekam medis, hingga mencari dokter sesuai kebutuhan.

Microsoft menegaskan Copilot Health tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran dokter. Fitur ini diposisikan sebagai alat bantu agar pengguna lebih mudah memahami data kesehatan yang kerap rumit, misalnya menjelaskan arti hasil tes darah atau membantu menafsirkan laporan medis yang kompleks.

Salah satu kemampuan utama Copilot Health adalah integrasi dengan berbagai sumber data kesehatan. Pengguna dapat mengimpor rekam medis dari lebih dari 50.000 rumah sakit dan organisasi kesehatan di Amerika Serikat melalui platform HealthEx. Selain itu, hasil tes laboratorium dapat diunggah lewat layanan Function.

Copilot Health juga dapat terhubung dengan lebih dari 50 perangkat wearable, termasuk dari Apple, Oura, dan Fitbit. Dengan integrasi tersebut, fitur ini dapat menampilkan informasi seperti jumlah langkah harian, data aktivitas, serta pengingat jadwal janji temu medis.

Selain membantu memahami data kesehatan, Copilot Health disebut dapat membantu pengguna mencari tenaga medis. Fitur ini terhubung dengan direktori penyedia layanan kesehatan di Amerika Serikat secara real-time, sehingga pengguna bisa mencari dokter berdasarkan spesialisasi, lokasi, bahasa yang digunakan, hingga asuransi yang diterima.

Untuk meningkatkan akurasi informasi, Microsoft mengeklaim Copilot Health menggunakan referensi dari berbagai organisasi kesehatan terpercaya di lebih dari 50 negara. Jawaban yang diberikan juga disertai tautan sumber serta kartu informasi yang ditulis oleh pakar kesehatan, termasuk dari Harvard Health.

Microsoft turut menekankan aspek privasi. Data kesehatan pengguna disebut akan diperlakukan terpisah dari layanan Copilot biasa, dengan percakapan di Copilot Health disimpan dalam ruang yang memiliki kontrol privasi dan keamanan tambahan.

Saat ini, Copilot Health belum tersedia untuk semua pengguna. Microsoft menyebut peluncurannya dilakukan bertahap, dimulai untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat. Pengguna yang berminat dapat mendaftar daftar tunggu (waitlist) untuk mendapatkan akses lebih awal.

Pada tahap awal, Copilot Health dapat dicoba secara gratis. Namun ke depan, Microsoft disebut akan menerapkan biaya langganan untuk mengakses fitur ini, meski perusahaan belum mengungkapkan besaran tarifnya.

Copilot sendiri merupakan layanan AI Microsoft yang pertama kali diperkenalkan pada 7 Februari 2023 dengan nama Bing Chat, sebelum kemudian diubah mereknya dan dirilis lebih luas sebagai Copilot pada November 2023.

Peluncuran Copilot Health menambah daftar perusahaan teknologi yang mengembangkan AI khusus kesehatan. Disebutkan, Amazon baru-baru ini memperluas layanan Health AI agar dapat digunakan melalui situs dan aplikasi Amazon. Di sisi lain, Anthropic juga mengembangkan alat AI untuk sektor kesehatan, sementara OpenAI lebih dulu merilis fitur ChatGPT Health pada awal tahun ini.

OpenAI menyatakan topik kesehatan menjadi salah satu penggunaan paling umum di ChatGPT. Perusahaan itu mencatat, setiap pekan lebih dari 230 juta orang di seluruh dunia mengajukan pertanyaan seputar kesehatan dan wellness melalui layanan tersebut. OpenAI juga menyebut lebih dari 40 juta orang menggunakan ChatGPT untuk mencari informasi kesehatan, serta hampir dua juta pesan per minggu berkaitan dengan topik asuransi kesehatan.

Di tengah tren ini, AI kesehatan dinilai dapat membantu pengguna memahami dan mengelola informasi medis dengan lebih mudah. Namun, penggunaannya juga memunculkan perdebatan terkait privasi data dan keakuratan informasi medis.