Meta mulai menerapkan fitur terjemahan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk konten Reels, dengan mekanisme yang berjalan otomatis di dalam alur distribusi konten. Perusahaan menegaskan terjemahan ini bukan sekadar fitur tambahan, melainkan bagian dari proses penayangan sehingga Reels yang diterjemahkan dapat ditampilkan dalam bahasa sesuai preferensi pengguna.
Melalui skema tersebut, kreator tidak perlu lagi membuat ulang konten dalam berbagai bahasa untuk menjangkau audiens internasional. Meta menyebut pendekatan ini dapat menghemat waktu, tenaga, sekaligus biaya produksi.
Untuk tahap awal, akses diberikan kepada kreator Facebook yang memiliki setidaknya 1.000 pengikut, serta seluruh akun publik di Instagram. Meta memilih strategi peluncuran bertahap guna memantau respons pengguna, mengukur efektivitas pemakaian, dan menyempurnakan akurasi AI sebelum memperluasnya ke bahasa serta pasar lain.
Menurut Meta, peluncuran bertahap juga ditujukan untuk mengantisipasi tantangan teknis maupun kultural yang berpotensi muncul di tiap wilayah. Dengan distribusi otomatis berdasarkan preferensi bahasa, peluang kreator menjangkau komunitas lintas negara dinilai semakin terbuka.