BERITA TERKINI
Meta luncurkan Opportunity Score dan Advantage+ di Indonesia untuk optimasi iklan berbasis AI

Meta luncurkan Opportunity Score dan Advantage+ di Indonesia untuk optimasi iklan berbasis AI

Meta memperluas strategi kecerdasan buatan (AI) ke Indonesia dengan meluncurkan dua fitur baru, Opportunity Score dan Advantage+ Sales Campaigns. Kedua solusi ini diperkenalkan dalam Meta Marketing Summit 2025 yang digelar Selasa di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, sebagai bagian dari upaya mendorong efisiensi kampanye digital dan membantu pelaku usaha meraih hasil bisnis yang lebih terukur.

Country Director Meta Indonesia, Pieter Lydian, mengatakan pendekatan AI yang dikembangkan Meta ditujukan untuk memberikan dampak nyata bagi bisnis, bukan sekadar mengikuti tren. Ia menekankan bahwa teknologi tersebut dirancang untuk membantu pertumbuhan bisnis secara konsisten.

Opportunity Score merupakan fitur yang tersedia di Ads Manager dan memberikan rekomendasi otomatis berdasarkan performa kampanye secara real-time. Dengan fitur ini, pengiklan mendapat panduan untuk mengambil keputusan lebih cepat dan akurat sesuai kondisi kampanye yang sedang berjalan.

Sementara itu, Advantage+ Sales Campaigns menggunakan AI untuk mengelola elemen kampanye secara otomatis, mulai dari penentuan audiens hingga alokasi anggaran. Meta menyebut fitur ini dapat menurunkan biaya per prospek hingga 14 persen dan menghasilkan rata-rata Return on Ad Spend (ROAS) sebesar US$4,52 untuk setiap dolar yang dibelanjakan. Secara global, adopsi fitur tersebut tumbuh 70 persen secara tahunan pada kuartal IV 2024.

Meski demikian, Pieter menyampaikan Meta belum dapat membagikan data performa Opportunity Score dan Advantage+ di Indonesia karena implementasinya masih tahap awal. Menurutnya, hasil awal dinilai cukup menjanjikan, dan Meta akan menyampaikan temuan lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan setelah data dari pelaku usaha di Indonesia terkumpul.

Selain peluncuran fitur, Meta juga menyoroti pengembangan AI sebagai ekosistem yang mendukung seluruh rantai pemasaran digital. Teknologi AI Meta disebut telah digunakan untuk berbagai proses, mulai dari pembuatan konten, penulisan naskah iklan, personalisasi pesan, hingga analisis perilaku konsumen.

Pieter menyebut skala pengguna Meta menjadi salah satu kekuatan dalam mengolah sinyal, konteks, dan niat konsumen. Ia mengatakan, dengan lebih dari 3,3 miliar pengguna aktif harian secara global, kemampuan tersebut memungkinkan brand menyampaikan pesan yang tepat kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat.

Meta mencatat lebih dari 4 juta pengiklan secara global telah menggunakan alat kreatif iklan berbasis AI generatif. Di kawasan Asia Pasifik, rata-rata ROAS tercatat sebesar US$3,47 per dolar iklan, meningkat 15 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, laporan Deloitte menunjukkan 79 persen pelaku bisnis di Indonesia telah menggunakan AI, dengan pemanfaatan terbesar pada pemasaran dan komunikasi pelanggan.

Head of Agency Meta Indonesia, Nadia Zain, menilai kelincahan digital menjadi faktor penting bagi bisnis dalam menghadapi ketidakpastian pasar. Dalam sesi panel bertajuk “Marketing Effectiveness: The Importance of Digital Agility in Today’s World”, ia menegaskan AI kini tidak hanya berperan sebagai alat otomatisasi, tetapi juga membantu mengidentifikasi calon pembeli dengan lebih tepat.

Nadia mengatakan Meta memanfaatkan sinyal konsumen untuk meningkatkan ketepatan penawaran produk. Menurutnya, kemampuan AI yang semakin canggih membuat proses penentuan audiens tidak lagi sebatas perkiraan, melainkan lebih terarah pada identifikasi siapa yang memiliki kecenderungan membeli. Ia menambahkan, integrasi AI di platform Meta membantu bisnis mengubah ketertarikan menjadi konversi.

Meta juga menegaskan investasi jangka panjangnya di bidang AI. Perusahaan tersebut menyebut telah menginvestasikan lebih dari US$100 miliar selama satu dekade terakhir untuk pengembangan teknologi AI, termasuk peluncuran model bahasa besar seperti Llama 4. Saat ini, lebih dari 700 juta pengguna aktif bulanan telah memanfaatkan produk AI Meta yang tersedia di 42 negara dan 13 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.

Dengan penetrasi digital yang tinggi dan infrastruktur teknologi yang semakin matang, Meta menilai pelaku usaha di Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas adopsi solusi berbasis AI. Pieter menyatakan Meta berkomitmen mendukung pertumbuhan digital yang inklusif dan berkelanjutan melalui teknologi yang ditujukan memberi dampak langsung bagi bisnis.