Meta Platforms akan mengubah kebijakan WhatsApp di Eropa setelah menghadapi tekanan regulasi dari Uni Eropa (UE). Mulai tahun ini, chatbot kecerdasan buatan (AI) dari pesaing Meta akan diizinkan mengakses WhatsApp melalui API WhatsApp Business, meski dengan biaya tertentu.
Meta menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perintah sementara dari regulator antimonopoli UE. Ancaman itu muncul setelah Komisi Eropa menilai pemblokiran layanan AI pesaing dari WhatsApp berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kompetitor. Kebijakan serupa sebelumnya juga ditangani oleh otoritas persaingan di Italia pada Desember 2025.
Dalam pernyataannya, Meta menyebut dukungan terhadap chatbot AI serbaguna melalui API WhatsApp Business di Eropa akan berlaku selama 12 bulan ke depan, sebagai respons atas proses regulasi yang berjalan. Meta menilai perubahan ini dapat mengurangi kebutuhan intervensi segera dan memberi waktu bagi Komisi Eropa untuk menyelesaikan penyelidikannya.
Komisi Eropa mengatakan sedang menganalisis dampak kebijakan Meta yang memblokir chatbot AI pesaing terhadap para kompetitor. Analisis ini disebut menjadi bagian dari kajian mengenai langkah sementara sekaligus investigasi antimonopoli yang lebih luas.
Sebelumnya, mulai 15 Januari 2026, hanya asisten Meta AI yang diizinkan beroperasi di WhatsApp. Meta juga pernah beralasan bahwa meningkatnya penggunaan chatbot di platformnya membebani sistem, serta menilai masih ada saluran lain bagi penyedia AI, seperti toko aplikasi, mesin pencari, layanan email, integrasi kemitraan, dan sistem operasi.
Di Italia, Meta telah mengizinkan chatbot AI pesaing masuk ke ekosistem WhatsApp pada Januari lalu setelah perintah langsung dari otoritas antimonopoli setempat. Namun, investigasi di negara itu disebut masih berlanjut.
Perubahan kebijakan Meta ini menuai kritik dari The Interaction Company of California, pengembang asisten AI Poke.com yang juga melayangkan keluhan ke regulator UE dan Italia. CEO perusahaan tersebut, Marvin von Hagen, menilai kebijakan yang disebut sebagai kepatuhan justru diiringi penetapan harga yang menyulitkan penyedia AI, sehingga membuat mereka tetap sulit beroperasi di WhatsApp.
Meta juga menyatakan perubahan kebijakan akan berlaku di Brasil. Langkah itu diambil setelah pengadilan mengembalikan perintah dari otoritas antimonopoli Brasil yang sebelumnya sempat ditangguhkan oleh pengadilan lain pada Januari 2026. Meta menyebut kasus di Brasil memiliki kemiripan dengan perkara di UE dan Italia.