Sejumlah orang tua kerap menghadapi situasi ketika anak tiba-tiba marah, menangis, atau mengamuk saat gawai diambil atau aksesnya dihentikan. Fenomena ini dikenal sebagai tech tantrum, yaitu ledakan emosi yang muncul ketika anak kehilangan kesempatan menggunakan gadget.
Dalam kondisi tersebut, reaksi emosional anak dapat terlihat ekstrem. Salah satu penjelasan yang disebutkan adalah adanya penurunan dopamin, yakni zat kimia di otak yang berkaitan dengan rasa senang dan penghargaan. Ketika akses gadget berhenti mendadak, penurunan dopamin ini diduga memicu ketidaknyamanan yang kemudian diekspresikan lewat tantrum.
Efeknya tidak hanya tampak pada perilaku, tetapi juga dikaitkan dengan respons di otak. Artinya, reaksi anak saat gadget diambil bukan semata-mata soal keinginan yang tidak terpenuhi, melainkan dapat melibatkan perubahan kimiawi yang memengaruhi emosi dan kemampuan mengendalikan diri.