Jakarta—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengingatkan para periset dan inovator agar tidak tergoda popularitas di media dari hasil riset yang dikerjakan. Ia menekankan, yang lebih penting adalah memastikan riset benar-benar bermanfaat dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Kalau kita baru membuat prototipe jangan senang dulu, jangan viral dulu. Kita sering baru prototipe sudah viral, padahal belum tentu laku,” kata Brian di Jakarta, Rabu, 29 April 2026.
Menurut Brian, ukuran riset yang baik bukan semata ramai diperbincangkan, melainkan mampu digunakan dan memberi dampak nyata. Ia menilai viralitas seharusnya datang setelah riset terbukti diterima dan dimanfaatkan.
“Kalau sudah laku baru boleh viral, karena itu betul-betul sudah dapat duit,” ujarnya.
Brian juga menyayangkan fenomena riset yang viral namun tidak berbanding lurus dengan keberhasilan riset itu sendiri. Ia mengingatkan, popularitas dapat mengalihkan fokus peneliti dari pekerjaan utama.
“Jadi maksudnya kalau sudah viral nanti kita sibuk, bapak ibu nanti sibuk menjawab viral-viralnya, akhirnya tidak mengerjakan penelitian. Akhirnya kemana-mana diundang jadi narasumber, tidak menjadi peneliti lagi, jadi akhirnya menjadi celebrity researcher,” lanjut dia.
Ia mengajak peneliti mengambil contoh dari penerima penghargaan Nobel yang dinilai dikenal karena konsistensi dan ketekunan dalam penelitian, bukan karena viral lebih dulu.
“Viralnya setelah dapet Nobel, karena memang mereka sibuk dengan penelitiannya. Jadi saran saya Bapak-Ibu sekalian ya, serius tekun, nanti jalan-jalan itu akan terbuka,” kata Brian.
Dalam kesempatan itu, Brian turut mengapresiasi para peneliti di kampus-kampus yang terus menjalankan proyek riset meski tidak banyak dikenal publik. Ia menyebut dosen dan peneliti yang bekerja dalam senyap sebagai “bahan bakar utama” perguruan tinggi.
Untuk mendukung kegiatan riset, Brian mengatakan Kemendiktisaintek bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Penelitian (LPDP) guna mendorong hilirisasi di Indonesia.
“Sehingga, tujuan kita memberikan dampak yang betul-betul nyata. Kampus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, lahirnya industri-industri baru itu bisa kita lihat dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tutup Brian.