BERITA TERKINI
Menanamkan Etika Digital dalam Menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045

Menanamkan Etika Digital dalam Menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045

Tahun 2045 menjadi momen penting bagi Indonesia yang akan memasuki usia 100 tahun kemerdekaannya. Pada saat itu, Indonesia diharapkan dipenuhi oleh generasi emas yang memiliki kecerdasan, kreativitas, inovasi, produktivitas, karakter kuat, serta mampu berinteraksi sosial dengan damai dan sehat.

Pernyataan ini disampaikan oleh Imam Buchori, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, dalam webinar literasi digital bertema “Transformasi Digital Untuk Pendidikan: Menyongsong Generasi Emas” yang digelar oleh Kementerian Kominfo dan Debindo untuk warga Kabupaten Purbalingga pada Selasa (23/11/2021).

Keterampilan yang Dibutuhkan Generasi Emas

Imam Buchori menjelaskan bahwa terdapat berbagai keterampilan yang harus dimiliki untuk menyongsong generasi emas, antara lain kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama, kemampuan mencipta dan berinovasi, literasi teknologi informasi dan komunikasi, serta kemampuan belajar secara kontekstual.

Selain itu, penting juga kemampuan literasi media dan informasi, yang mencakup kemampuan menggunakan berbagai media komunikasi untuk menyampaikan gagasan serta melaksanakan aktivitas kolaborasi.

Etika dalam Dunia Digital

Dalam konteks era teknologi saat ini, Imam menekankan pentingnya etika sebagai sekumpulan nilai yang berkaitan dengan akhlak, tata cara, serta pemahaman mengenai benar dan salah dalam hak dan kewajiban yang dianut oleh masyarakat. Etika digital menuntut pengguna untuk selalu menjunjung tinggi sopan santun dan adat istiadat dalam berinteraksi, termasuk di ruang digital.

Menurut Imam, masyarakat perlu dikenalkan dengan etika kontemporer yang terkait dengan etika elektronik, yakni sistem nilai yang berlaku saat menggunakan media digital. Pengguna digital harus menyadari bahwa interaksi di internet dilakukan dengan manusia nyata, sehingga tata krama dalam berkomunikasi harus selalu diterapkan.

Poin Penting Etiket Bermedia Digital

  • Menggunakan ejaan dan bahasa yang benar serta sopan dalam berkomunikasi.
  • Mengikuti aturan penulisan huruf kapital sesuai ketentuan.
  • Menghindari penggunaan kata-kata jorok dan vulgar.
  • Menghargai privasi orang lain.
  • Mematuhi aturan yang berlaku sama seperti di dunia nyata.
  • Menghargai perbedaan budaya, karena ruang digital diisi oleh beragam latar belakang masyarakat.
  • Memiliki rasa tanggung jawab dalam menggunakan identitas digital.

Pengembangan Keterampilan Digital

Selain etika, Direktur Lembaga Survei IDEA Institute Indonesia, Jafar Ahmad, menekankan pentingnya penguasaan keterampilan digital dalam menghadapi era teknologi dan menyongsong generasi emas. Keterampilan yang diperlukan meliputi kemampuan mengetik, mengelola spreadsheets dan basis data, media sosial, email, blogging, desain grafis, pengolahan kata, perangkat lunak dan keras, desain dan pengembangan IT, serta sistem perusahaan.

Jafar Ahmad menegaskan bahwa masyarakat harus mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan produktivitas yang mengedepankan kecepatan, biaya yang efisien, dan efektivitas manfaat. Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) berpotensi menggantikan pekerjaan manusia sekaligus membuka peluang profesi baru.

"Profesi di era revolusi industri 4.0 sudah mulai banyak dibutuhkan dan diperkirakan akan terus berkembang di masa depan," ujar Jafar Ahmad.