BERITA TERKINI
MBT Gandeng Catalogic Software Perkuat Solusi Proteksi dan Pengelolaan Data Perusahaan

MBT Gandeng Catalogic Software Perkuat Solusi Proteksi dan Pengelolaan Data Perusahaan

PT Mega Buana Teknologi (MBT) mengumumkan penguatan portofolio solusi keamanan data perusahaan melalui kerja sama strategis dengan Catalogic Software, penyedia solusi smart data protection.

Kolaborasi ini disebut sebagai bagian dari komitmen MBT untuk membantu perusahaan dan organisasi di Indonesia menghadapi peningkatan ancaman serangan siber yang menargetkan data penting. Ruang lingkup solusi yang ditawarkan mencakup pengelolaan dan proteksi data, termasuk layanan pencadangan (backup), pemulihan (recovery), pengelolaan, serta perlindungan data perusahaan yang tersimpan di lingkungan cloud.

MBT menilai kerja sama tersebut sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi infrastruktur TI, komputasi cloud, dan keamanan data untuk mendukung kebutuhan transformasi digital perusahaan dan organisasi di Indonesia.

Ancaman terhadap keamanan data perusahaan dinilai terus meningkat, terutama di tengah pandemi ketika banyak organisasi menerapkan kerja jarak jauh atau work from home (WFH). Kondisi ini mendorong peningkatan penggunaan perangkat yang terhubung ke berbagai jenis jaringan, yang berpotensi membuka celah bagi serangan siber. Risiko juga datang dari faktor lain seperti human error, penggunaan kata sandi yang lemah, phishing, serta penerapan privilege access yang tidak tepat.

Presiden Direktur MBT, Yuwono Pranata, mengatakan pandemi COVID-19 menghadirkan dua prioritas bagi CIO dan CISO, yakni memastikan keamanan informasi seiring penerapan WFH serta menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan jaringan di tengah peningkatan trafik. Ia menilai tantangan muncul dari minimnya standar keamanan infrastruktur TIK di rumah karyawan, penggunaan beragam perangkat untuk mengakses data, serta celah keamanan sebagai konsekuensi berbagi data antar karyawan. Menurutnya, perusahaan membutuhkan solusi proteksi data yang lebih pintar untuk melindungi dan mengelola data, termasuk backup dan recovery, disaster recovery, ransomware protection, cloud database backup, hingga business analytics, seperti solusi dari Catalogic Software.

Isu keamanan data juga kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai dugaan kebocoran data aplikasi Electronic Health Alert Card (eHAC). VPN Mentor melaporkan adanya dugaan kebocoran 1,3 juta data pengguna. Sementara itu, mengacu pada laporan National Cyber Security Index (NCSI) yang dirilis pada awal September 2021, Indonesia berada di peringkat 77 dari 160 negara dalam keamanan siber nasional dengan skor 38,96, lebih rendah dibanding sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara.

Regional Sales Head Catalogic, Rajesh Shelar, menyatakan pihaknya optimistis bekerja sama dengan MBT untuk menghadirkan solusi perlindungan dan pengelolaan data, termasuk proteksi terhadap ancaman ransomware dan kemampuan recovery yang dibutuhkan perusahaan dan organisasi di Indonesia, khususnya di tengah meningkatnya ancaman keamanan informasi akibat penerapan WFH. Ia juga menyebut solusi tersebut ditujukan untuk memperkuat posisi Catalogic melalui penyediaan fitur tambahan guna meningkatkan transparansi dan kontrol terhadap akses data perusahaan.

Dalam kerja sama ini, MBT berperan sebagai mitra value added distributor yang melengkapi solusi Catalogic dengan layanan mulai dari perencanaan, implementasi, hingga purna jual. MBT juga menyiapkan dukungan customer support 24/7 yang didukung engineer berpengalaman serta bersertifikat resmi.