BERITA TERKINI
ManageEngine Perbarui Endpoint Central dengan Deteksi Ancaman AI dan Akses Zero Trust

ManageEngine Perbarui Endpoint Central dengan Deteksi Ancaman AI dan Akses Zero Trust

ManageEngine meluncurkan pembaruan pada platform Endpoint Central dengan mengintegrasikan deteksi ancaman berbasis AI dan sistem akses aman dalam satu layanan terpadu. Pembaruan ini ditujukan untuk merespons meningkatnya risiko serangan siber, terutama di tengah tren kerja hybrid dan penggunaan perangkat kerja yang makin beragam.

Inovasi tersebut hadir di tengah situasi ancaman siber yang dinilai kian mengkhawatirkan. Badan Siber dan Sandi Negara mencatat lebih dari 3,64 miliar anomali trafik sepanjang Januari–Juli 2025. Serangan juga disebut semakin kompleks, mulai dari malware, akses ilegal, hingga ransomware yang menyasar perangkat kerja seperti laptop dan smartphone.

Melalui pembaruan ini, Endpoint Central kini dilengkapi fitur Endpoint Detection and Response (EDR) serta Secure Private Access berbasis pendekatan Zero Trust. Kombinasi ini memungkinkan sistem mendeteksi aktivitas mencurigakan secara real-time, menghentikan ancaman sebelum menyebar, serta memastikan hanya perangkat tepercaya yang dapat mengakses sistem.

Chirag Mehta dari Constellation Research menilai kecepatan menjadi faktor kunci dalam keamanan siber modern. “Keamanan endpoint sekarang adalah soal kecepatan: perusahaan harus bisa mendeteksi dan menghentikan ancaman lebih cepat, sambil memastikan akses ke aplikasi internal tetap aman meskipun kredensial sudah bocor,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Senin (6/4/2026). Ia menambahkan, penggabungan EDR dengan kontrol akses berbasis kepercayaan perangkat dapat membantu mengurangi waktu penyerang berada di sistem dan membatasi dampaknya.

Pendekatan Zero Trust menuntut setiap perangkat diverifikasi sebelum memperoleh akses ke sistem perusahaan. Berbeda dengan metode lama seperti VPN yang cenderung memberi akses luas setelah login berhasil, Zero Trust menekankan verifikasi berlapis yang tidak hanya bergantung pada kata sandi, tetapi juga mempertimbangkan kondisi perangkat dan identitas pengguna.

Vice President ManageEngine, Mathivanan Venkatachalam, menegaskan pentingnya transformasi sistem keamanan yang lebih cerdas seiring meningkatnya tantangan keamanan siber.