Sentra herba moringa (daun kelor) di Gampong Rambong Payong, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, kembali beroperasi setelah sempat lumpuh akibat banjir siklon Senyar pada akhir November 2025. Kerusakan pada kebun moringa dan peralatan produksi sebelumnya membuat aktivitas usaha terhenti.
Pemulihan dilakukan melalui keterlibatan 50 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) dalam Program Mahasiswa Berdampak. Para mahasiswa mendampingi pemulihan kebun, perbaikan fasilitas produksi, serta penguatan manajemen usaha yang dikelola Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Rambong Payong.
Sejak 2022, BUMG Rambong Payong memproduksi herba kering moringa celup bermerek Chie Jebs dengan kandungan moringa 100 persen. Produk ini menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat setempat, namun terdampak bencana yang merusak kebun dan sarana produksi.
Dalam pendampingan terpadu, mahasiswa dari Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik, Pendidikan Kimia FKIP, Teknik Pertanian Fakultas Pertanian, serta Manajemen FEB USK melakukan pembersihan dan penataan ulang kebun, peremajaan tanaman, perbaikan ruang produksi, hingga pendampingan penguatan tata kelola usaha.
Selain menghidupkan kembali produksi varian original, tim mahasiswa juga mengimplementasikan hasil riset dosen dengan menghadirkan tiga varian baru, yakni moringa pandan, moringa rosella, dan moringa jahe. Dengan pengembangan tersebut, Chie Jebs kini memiliki empat varian herba moringa celup siap saji.
Pengembangan produk ini merupakan kelanjutan riset yang dimulai sejak 2022 melalui Program Penelitian Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Saat itu, sepuluh mahasiswa Pendidikan Kimia USK ditempatkan di Rambong Payong selama satu bulan. Setelah kegiatan tersebut, riset dilanjutkan untuk mengkaji kandungan antioksidan, daya simpan, serta potensi pengembangan varian baru berbasis bahan alami lokal.
Program Mahasiswa Berdampak ini dibimbing oleh Dr Dra Sulastri MSi, Prof Dr Ichwana MSi, Prof Dr Nasrul ST, MT, dan Dr Teuku Meldi Kesuma SE, MM. Pendampingan dilakukan secara terstruktur dengan tujuan agar pemulihan usaha tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan.
Ketua tim pembimbing, Dr Sulastri, menekankan pentingnya kolaborasi kampus dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis riset.