BERITA TERKINI
Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri Terlibat Riset BRIN tentang Big Data Bahasa Perbatasan

Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri Terlibat Riset BRIN tentang Big Data Bahasa Perbatasan

Universitas Nusa Mandiri (UNM) melibatkan mahasiswanya dalam proyek riset strategis bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kali ini, mahasiswa Program Studi Sains Data turut ambil bagian dalam penelitian bertajuk Pengembangan Big Data Bahasa Perbatasan.

Tiga mahasiswa yang terlibat dalam riset tersebut adalah Siti Zainab, Nouval Ghoonimu Tsawab, dan Kasa Inti Josia Tambunan. Tahap pertama penelitian dijadwalkan berlangsung pada Maret hingga Agustus 2026.

Proyek ini bertujuan mendokumentasikan bahasa daerah di wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga melalui pemanfaatan teknologi big data dan platform citizen science. Keterlibatan mahasiswa juga disebut sebagai bagian dari implementasi Internship Experience Program (IEP) 3+1, yakni tiga tahun kuliah dan satu tahun pengalaman di luar kampus.

Ketua Kelompok Riset Rekayasa Pengetahuan dan Data BRIN, Foni Agus, menekankan pentingnya riset ini bagi pelestarian budaya. “Pengembangan big data bahasa perbatasan bertujuan mendokumentasikan bahasa daerah sebagai bagian dari preservasi identitas bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menurut Foni, mahasiswa terlibat dalam sejumlah aktivitas riset yang memanfaatkan teknologi terkini, mulai dari analisis dialektometri hingga pengembangan chatbot berbasis Large Language Model. Ia menyebut kegiatan tersebut menuntut kemampuan pemrograman, SQL, pemrosesan bahasa alami (NLP), serta data engineering yang relevan dengan kebutuhan sains data modern.

Data yang dihasilkan dari penelitian ini dapat diakses melalui platform BAHASAN dan ditujukan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, peneliti, serta akademisi sebagai bagian dari kontribusi pengembangan ilmu pengetahuan berbasis data terbuka.

Ketua Program Studi Sains Data UNM, Tati Mardiana, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan BRIN memberi pengalaman belajar yang bernilai bagi mahasiswa. “Kolaborasi ini membuat mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga terlibat langsung dalam riset nyata, membangun jejaring profesional, dan meningkatkan kepercayaan diri,” ungkapnya dalam rilis yang diterima pada Senin (27/4).

Keterlibatan mahasiswa UNM dalam riset nasional ini menunjukkan upaya perguruan tinggi untuk memperkuat pengalaman praktis mahasiswa, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan dunia kerja berbasis teknologi.