Mahasiswa Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri (UNM) terlibat dalam proyek penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertajuk Pengembangan Model Artificial Intelligence dan Generative AI untuk Optimasi Dekomisioning Reaktor Riset Indonesia Menggunakan Simulasi Monte Carlo pada HPC BRIN.
Riset tersebut berada di bawah Pusat Riset Teknologi Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif BRIN. Fokusnya adalah pengelolaan serta optimalisasi proses dekomisioning reaktor riset agar berlangsung aman, presisi, dan efisien.
Dekomisioning reaktor riset disebut sebagai proses kompleks yang membutuhkan perhitungan tingkat tinggi untuk menjamin keselamatan, efisiensi biaya, dan pengelolaan limbah radioaktif. Dalam proyek ini, pendekatan artificial intelligence (AI) dan Generative AI dikombinasikan dengan simulasi Monte Carlo yang dijalankan menggunakan infrastruktur High Performance Computing (HPC) BRIN.
Mahasiswa Sains Data UNM berperan dalam pengembangan model analitik berbasis data untuk meningkatkan akurasi simulasi sekaligus efisiensi komputasi. Ketua Prodi Sains Data UNM, Tati Mardiana, menyatakan keterlibatan tersebut mencerminkan kesiapan kompetensi mahasiswa di bidang AI dan komputasi canggih.
“Kami mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teori machine learning dan artificial intelligence, juga mengaplikasikannya dalam riset strategis nasional. Kolaborasi dengan BRIN ini membuktikan mahasiswa Sains Data UNM mampu berkontribusi pada penelitian berteknologi tinggi,” ujar Tati dalam keterangan Rabu (4/3/2026).
Ia menambahkan, sinergi dengan lembaga riset nasional menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis riset. “Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung mengembangkan model AI yang dijalankan pada sistem komputasi berperforma tinggi,” katanya.
Peneliti BRIN, Sumarbagiono, menjelaskan bahwa pendekatan AI membuka peluang baru dalam optimalisasi proses dekomisioning reaktor. “Simulasi Monte Carlo membutuhkan komputasi intensif. Dengan dukungan AI dan HPC, proses optimasi dapat dilakukan lebih efisien dan akurat. Kolaborasi dengan mahasiswa Sains Data menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan model yang adaptif,” ujarnya.
Peneliti BRIN lainnya, Zico Putra Pratama, menambahkan bahwa pengembangan Generative AI membantu eksplorasi skenario perhitungan yang lebih variatif. “Generative AI memungkinkan sistem menghasilkan berbagai kemungkinan skenario dekomisioning untuk dianalisis secara komprehensif. Ini mempercepat evaluasi dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan,” katanya.
Keterlibatan mahasiswa dalam proyek ini disebut memperkuat kontribusi UNM dalam riset nasional berbasis AI, big data, dan high performance computing.