Mahasiswa Program Studi Sains Data Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Wahyudianto, meraih juara II dalam National Video Competition of Halo China. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Indonesia bersama Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).
Pengumuman pemenang berlangsung pada acara puncak yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada 14 November 2023. Dalam kegiatan itu, panitia menghadirkan 20 besar pemenang, juara 1–3, para pemenang dari tahun 2019–2022, Duta Besar China untuk Indonesia, serta sejumlah media China.
Kompetisi video pendek tahunan
Wahyudianto menjelaskan Halo China merupakan kompetisi video pendek yang diadakan setiap tahun dan pada 2023 memasuki penyelenggaraan keempat. Kompetisi ini bertujuan memperkuat pemahaman dan hubungan antara China dan Indonesia melalui kreativitas dalam bentuk video pendek.
Tema tahun ini menyoroti 10 tahun hubungan Strategis Komprehensif Indonesia–China, termasuk proyek-proyek besar seperti Belt and Road Initiative dan mega proyek Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) Jakarta–Bandung.
Video menyoroti hubungan strategis Indonesia–China
Dalam karya yang mengantarkannya meraih posisi kedua, Wahyudianto mengangkat tema perayaan hubungan strategis komprehensif Indonesia dan China. Ia menyoroti signifikansi Belt and Road Initiative sebagai salah satu tonggak penting dalam perkembangan kedua negara.
Wahyudianto menyebut tidak menargetkan menjadi pemenang. Menurutnya, kesederhanaan, konten yang tepat sasaran, serta keunikan ide dalam video menjadi faktor yang mendukung hasil tersebut.
Tantangan dan proses pembuatan
Ia juga mengakui tantangan utama dalam proses pembuatan video adalah memahami hubungan Indonesia–China secara lebih mendalam. Untuk itu, ia melakukan pembelajaran lanjutan mengenai sejarah, kondisi terkini, serta perkiraan masa depan hubungan kedua negara.
Rangkaian kegiatan dibiayai dan keterlibatan lanjutan
Wahyudianto menuturkan seluruh rangkaian kegiatan dibiayai sepenuhnya, mulai dari pendaftaran hingga undangan bagi para pemenang, termasuk akomodasi dan transportasi. Program ini, menurutnya, tidak berhenti pada pengumuman pemenang karena para pemenang akan tetap dilibatkan dalam program Belt and Road Initiative di masa mendatang.
Ia mencontohkan rencana mega proyek KCIC Jakarta–Surabaya yang disebut akan menjadi bagian dari perjalanan para pemenang, sebagai upaya memperkuat ikatan Indonesia dan China melalui kolaborasi proyek-proyek strategis.