Membangun startup di era digital dinilai semakin terbuka untuk dilakukan sejak bangku kuliah. Mahasiswa disebut memiliki potensi besar untuk menjadi pendiri startup yang inovatif dan berdampak, asalkan memahami langkah awal yang perlu ditempuh.
Koordinator BSI Entrepreneur Center (BEC) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya menyatakan telah melihat semangat dan kreativitas mahasiswa dalam melahirkan ide-ide bisnis. Namun, ia menekankan bahwa ide saja tidak cukup tanpa keberanian untuk memulai, kesiapan belajar dari kegagalan, serta kemauan terus mengembangkan diri.
Menurutnya, startup tidak selalu identik dengan teknologi tinggi atau kebutuhan modal besar. Yang lebih penting adalah kemampuan menyelesaikan masalah nyata melalui solusi yang kreatif dan berkelanjutan.
Ia memaparkan sejumlah langkah yang dapat dilakukan mahasiswa untuk mulai merintis startup. Pertama, memulai dari masalah di sekitar, seperti kebutuhan di lingkungan kampus, komunitas, atau yang terlihat di media sosial. Ide bisnis yang kuat, disebutnya, biasanya lahir dari upaya menjawab persoalan yang benar-benar dirasakan.
Kedua, membentuk tim dan berkolaborasi dengan orang-orang yang memiliki visi serupa. Tim yang solid dinilai menjadi fondasi penting untuk membangun bisnis dalam jangka panjang.
Ketiga, mengikuti program inkubasi dan pelatihan. Mahasiswa diminta memanfaatkan fasilitas kampus, termasuk BEC di UBSI Kampus Tasikmalaya, untuk memperoleh pendampingan, pelatihan bisnis, serta akses ke kompetisi dan peluang pendanaan.
Keempat, membangun mentalitas tangguh. Mahasiswa diingatkan agar tidak takut gagal karena kesalahan merupakan bagian dari proses belajar yang dapat melahirkan strategi lebih baik.
Kelima, menjaga konsistensi dan bertindak. Ia menilai mimpi besar perlu diiringi tindakan nyata, meski dimulai dari langkah kecil.
UBSI Kampus Tasikmalaya menyatakan terus berupaya membangun ekosistem wirausaha digital agar mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Melalui program BEC, mahasiswa disebut dibimbing dari tahap awal hingga siap melakukan presentasi bisnis (pitching) di hadapan calon investor.