Seorang lulusan Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri (UNM), Ihsan Aulia Rahman, diterima bekerja sebagai Tenaga Pendukung Pengelola Data di Badan Gizi Nasional. Ia mulai bekerja hanya beberapa hari setelah mengikuti wisuda UNM pada Selasa (9/12/2025).
Dalam keterangannya, Ihsan menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil persiapan jangka panjang sejak masa kuliah. Ia mengaku menaruh minat pada bidang data sejak awal perkuliahan dan aktif mengikuti workshop, proyek kolaboratif, serta berbagai kegiatan akademik untuk mengasah kemampuan analitis dan teknis.
“Saya selalu berusaha mengambil setiap peluang untuk belajar dengan sungguh-sungguh,” kata Ihsan. Ia juga menilai portofolio memiliki peran penting dalam proses seleksi kerja. Menurutnya, karya nyata dapat memperkuat kepercayaan diri dibanding hanya mengandalkan pemahaman teori.
Ihsan turut mendorong mahasiswa lain agar tidak menunda membangun portofolio. “Mulailah dari hal kecil. Dunia data berkembang sangat cepat, peluang terbuka bagi yang bergerak lebih dulu,” ujarnya.
Ketua Program Studi Sains Data UNM, Tati Mardiana, mengapresiasi capaian Ihsan. Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan relevansi kurikulum UNM dengan kebutuhan industri. “Kami merancang kurikulum berbasis industri agar mahasiswa tidak hanya paham teori, juga mampu menerapkannya pada kasus nyata. Program Internship Experience (IEP) 3+1 membuat mereka siap sebelum lulus,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Selasa (16/12/2025).
Tati juga menyoroti sejumlah prestasi Ihsan, di antaranya publikasi ilmiah internasional Q1 serta pengalaman magang di BRIN pada riset pengelolaan limbah radioaktif berbasis machine learning. Selain itu, Ihsan meraih Juara 3 HACKATHON LokerHunter yang disebut memperkuat kompetensinya dalam pemecahan masalah berbasis data.
“Prestasi Ihsan menunjukkan mahasiswa Sains Data UNM mampu bersaing di banyak ranah bahkan sebelum wisuda,” kata Tati.