BERITA TERKINI
LPPM Unissula Perkuat Kolaborasi Riset, Dosen Kembangkan Detergen Cair Antinajis Mughallazah

LPPM Unissula Perkuat Kolaborasi Riset, Dosen Kembangkan Detergen Cair Antinajis Mughallazah

SEMARANG—Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) mendorong dosen untuk menghasilkan produk inovasi berbasis riset. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada masa mendatang.

Komitmen itu juga ditunjukkan melalui penguatan kolaborasi riset dan inovasi. Unissula menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta ICMI Organisasi Wilayah Jawa Tengah.

Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam kuliah bersama Kepala BRIN bertajuk penelitian berdampak di bidang energi, pangan, dan pengentasan kemiskinan yang digelar pada Jumat (24/4/2026).

Salah satu inovasi dosen Unissula yang masuk dalam katalog produk inovasi adalah detergen cair antinajis mughallazah. Produk ini dikembangkan oleh dosen Fakultas Farmasi, Dwi Endah Kusumawati SSi MSi dan Dina Fatmawati SSi MSc.

Detergen tersebut dirancang sebagai solusi pembersihan najis mughallazah pada pakaian tanpa meninggalkan noda baru pada serat kain. Dwi Endah menyebut produk ini juga bersifat ramah lingkungan karena menggunakan surfaktan methyl ester sulfonate (MES) dan agen pembusa alami. Selain itu, detergen ini diklaim memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri yang berasal dari liur anjing.

Produk detergen antinajis mughallazah ditujukan bagi profesi dengan risiko tinggi terpapar najis berat, seperti dokter hewan, pegawai restoran, pegawai pet shop, serta peneliti.

Dari sisi komposisi, detergen ini mengandung surfaktan ramah lingkungan MES (Metil Ester Sulfonat), tanah lempung seperti bentonit dan kaolin, foam booster alami, pengemulsi dan antirediposisi, agen builder, penurun tegangan permukaan, pengharum, pewarna, serta air. MES dikenal sebagai surfaktan anionik dengan daya busa tinggi dan ramah lingkungan.

Sementara itu, kandungan tanah lempung disebut memiliki aktivitas ion exchange yang mampu mengikat ion magnesium (Mg²⁺) dan kalsium (Ca²⁺) dalam air, sehingga meningkatkan efektivitas busa. Produk ini juga menggunakan builder berupa sodium tripolifosfat (STPP) untuk meningkatkan kemampuan detergen dalam mengangkat dan mengendapkan kotoran.

Inovasi tersebut telah memperoleh perlindungan paten dengan nomor HKI: IDS000005805.