Pemerintah Kota Malang menggelar Lomba Bertutur Tingkat SD se-Kota Malang 2026 sebagai upaya kreatif menumbuhkan minat baca sekaligus melatih keberanian anak di tengah maraknya penggunaan gawai. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang dan resmi berakhir pada Selasa, 28 April 2026.
Kepala Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang, Yayuk Hermiati, mengatakan lomba bertutur menjadi media agar anak-anak kembali dekat dengan buku. Melalui kegiatan ini, peserta membaca buku sesuai tema bertutur, yakni kisah-kisah yang ada di Malang atau konten lokal, yang membutuhkan waktu dan latihan.
Menurut Yayuk, respons masyarakat terhadap lomba tersebut sangat tinggi. Saat pendaftaran dibuka pada 8 April, jumlah pendaftar mencapai 125 siswa, melebihi target panitia. Dari jumlah itu, peserta diminta mengirim video penampilan untuk proses seleksi. Sebanyak 50 peserta terbaik kemudian lolos ke babak final dan tampil langsung selama dua hari, pada 27–28 April.
Dalam penampilan final, peserta tidak hanya bercerita, tetapi juga menunjukkan kreativitas melalui ekspresi wajah, penghayatan cerita, pengaturan suara, hingga menirukan karakter tokoh dalam cerita rakyat. Yayuk mengaku terkesan dengan kecakapan para peserta yang dinilai percaya diri dan kreatif dalam menyampaikan pesan cerita.
Kepala Bidang Layanan, Linda Desriwati, menjelaskan kegiatan ini juga digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Malang. Ia menambahkan, kegiatan tersebut didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik yang bersumber dari Perpustakaan Nasional melalui APBN 2026. Pihaknya berharap kegiatan berjalan sukses dan Kota Malang kembali dipercaya menerima DAK Non Fisik pada 2027.
Dalam pengumuman pemenang, Victoria Marta dari SD Kristen Charis meraih juara pertama dan berhak mewakili Kota Malang ke tingkat Provinsi Jawa Timur. Juara kedua diraih Aqhila Arsenio Reynanda dari SDN Kasin, sedangkan posisi ketiga ditempati Kenisha Savita Adelinda dari SDN Percobaan 2.
Melalui ajang ini, Pemerintah Kota Malang berharap lomba bertutur dapat terus menjadi ruang pembinaan literasi anak, sekaligus menunjukkan bahwa buku dan cerita tetap mampu menarik perhatian generasi muda di era digital.