BSD City, 13 Agustus 2025 — Laporan e-Conomy SEA 2024 dari Google, Temasek, dan Bain memproyeksikan ekonomi digital Indonesia mencapai USD130 miliar pada 2025. Proyeksi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar inovasi paling dinamis di Asia Tenggara, sekaligus menarik minat perusahaan global yang tidak hanya membidik ekspansi pasar, tetapi juga kolaborasi riset dan pengembangan berbasis startup.
Dalam konteks itu, Living Lab Ventures (LLV), corporate venture capital milik Sinar Mas Land, meluncurkan InnoLab, program co-innovation yang dirancang untuk mempercepat lahirnya solusi melalui kolaborasi antara startup Indonesia dan teknologi global. Melalui program ini, startup dapat terhubung dengan berbagai intellectual property (IP) atau kekayaan intelektual dari mitra global LLV yang berasal dari berbagai negara.
InnoLab menawarkan program co-innovation berdurasi enam bulan pada batch pertama, dengan fokus pada lima sektor strategis: energi terbarukan, kesehatan digital, semikonduktor generasi terbaru, logistik berkelanjutan, dan solusi lingkungan. LLV menyatakan program ini ditujukan untuk membantu startup mengakses dan mengembangkan teknologi deep-tech global secara inklusif, dengan dukungan jaringan ahli, mentor, dan penasihat komersialisasi. Startup juga didorong melakukan lokalisasi teknologi agar sesuai kebutuhan pasar Indonesia, sekaligus mempercepat waktu peluncuran produk.
Partner Living Lab Ventures, Bayu Seto, mengatakan InnoLab dimaksudkan sebagai ruang pertemuan antara teknologi deep-tech global dan eksekusi lokal. Menurutnya, startup tidak hanya membutuhkan pendanaan, tetapi juga akses ke teknologi yang telah terbukti, bimbingan para ahli, serta lingkungan yang aman untuk bereksperimen. Di sisi lain, ia menyebut perusahaan global juga mencari mitra dan ekosistem yang tepat untuk melokalkan inovasi. “InnoLab menjembatani kedua kebutuhan tersebut, dan menjadikan BSD City sebagai pusat inovasi terapan yang sedang tumbuh di Indonesia,” ujarnya. Ia menambahkan LLV berencana membuka kemitraan baru di bidang kekayaan intelektual dan inovasi global untuk memperluas pipeline inovasi serta mendorong kolaborasi lebih erat antara startup dan pemimpin teknologi global.
LLV membangun InnoLab melalui pendekatan Real Co-Innovation Delivery yang mencakup tiga pilar utama: area uji di lapangan, dukungan ahli, serta proses inovasi kolektif dan fleksibel. Dalam pelaksanaannya, pendekatan ini mencakup pencocokan startup dengan pemilik IP, business matching terstruktur, tinjauan teknis berbasis pencapaian (milestone), serta validasi pasar melalui uji coba, survei, dan riset pengguna.
Salah satu keunggulan program ini adalah integrasinya dengan BSD City, mega township seluas 6.000 hektare yang dikembangkan Sinar Mas Land. Dengan populasi lebih dari 500.000 jiwa dan ratusan pelaku bisnis, kawasan ini diposisikan sebagai laboratorium hidup (living lab) bagi startup untuk menguji, memvalidasi, dan mengembangkan solusi secara langsung di tengah masyarakat. LLV menyebut dukungan infrastruktur digital, layanan berbasis teknologi, sistem mobilitas cerdas, serta keterlibatan komunitas yang aktif menjadikan BSD City sebagai ekosistem untuk mengakselerasi pengembangan teknologi masa depan dalam skala besar.