Grab Indonesia menutup rangkaian program akselerator Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8 dengan mengumumkan lima startup terpilih yang telah mengikuti program intensif selama enam bulan. Kelima startup tersebut adalah CASION, Jejakin, Liberty Society, Rekosistem, dan Sirsak.
Selama program berlangsung, para peserta mendapatkan pendampingan melalui mentorship bersama praktisi industri, kesempatan integrasi ke ekosistem digital Grab lewat implementasi pilot project, serta peluang pitching dengan mitra strategis. Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi menilai para startup terpilih menghadirkan inovasi teknologi berkelanjutan yang berpotensi memberi dampak jangka panjang. Ia menyebut semangat mereka dalam menciptakan solusi yang relevan dan bernilai tambah mencerminkan potensi generasi muda Indonesia untuk mendorong perubahan positif.
Salah satu tahapan penting dalam GVV Batch 8 adalah implementasi pilot project di dalam ekosistem Grab. Melalui tahap ini, startup dapat menguji solusi secara langsung dalam konteks operasional, sekaligus memperluas skala dan dampak melalui kolaborasi lintas lini bisnis Grab.
Presiden Direktur Superbank Tigor M Siahaan mengatakan, selama enam bulan perjalanan program, pihaknya melihat inovasi para startup tidak hanya diuji, tetapi diterapkan melalui pilot project di ekosistem Grab. Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar solusi yang dikembangkan tidak berhenti pada ide, melainkan mampu menjawab tantangan ekonomi dan lingkungan Indonesia secara terukur dan berkelanjutan. Superbank, sebagai bagian dari ekosistem Grab, menilai kolaborasi lintas sektor dapat membantu startup memperkuat fondasi bisnis sekaligus memperluas dampak positif.
Managing Partner Genesis Alternative Ventures Jeremy Loh juga menyebut GVV sebagai platform penting untuk memperkuat masa depan teknologi berkelanjutan di Indonesia. Ia menyatakan Genesis mendukung para founder melalui pendampingan strategis dan praktis agar mereka dapat memperluas dampak, sekaligus mengelola pertumbuhan dan struktur modal secara efektif.
GVV Batch 8 mengusung tema Driving a Sustainable Future: Helping MSMEs to Adopt Greener Operations dengan fokus pada teknologi iklim, energi terbarukan, dan ekonomi sirkular. Program ini diakhiri melalui sesi Graduation Day yang menjadi momen refleksi atas capaian dan dampak lima startup finalis setelah mengikuti akselerator intensif.
Dalam implementasi pilot project, CEO & Founder Jejakin Arfan Arlanda menyampaikan perusahaannya bekerja sama dengan Grab dan Grab For Business untuk menghadirkan fitur “Sustainability as a Service”. Kolaborasi tersebut disebut memungkinkan penanaman sekitar 400 pohon mangrove di Bangka Belitung dan berkontribusi pada pengurangan emisi hingga sekitar 733 kilogram CO2 per bulan.
CEO Liberty Society Tamara Soerijo mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan Grab membuat merchandise berbasis upcycling dari jaket Mitra Pengemudi Grab, serta memanfaatkan minyak jelantah bekas dari Grab Merchant. Sejumlah produk kemudian dijual kembali melalui Grab Mart. Inisiatif ini diklaim menghemat emisi karbon hingga 208 kg CO2e, atau setara menanam 9 pohon.
CEO & Co-Founder Sirsak Angeline Callista menjelaskan, melalui kampanye promo-to-donation bersama Grab, pengguna diajak berkontribusi pada pengelolaan sampah lewat donasi Rp 1. Program tersebut disebut berhasil menyalurkan insentif pengumpulan untuk 25 ton sampah daur ulang serta memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja sampah.
CEO & Co-Founder Rekosistem Ernest Layman menyebut integrasi dengan ekosistem Grab membuat pengguna dapat melakukan setor sampah secara lebih praktis dan memperluas jangkauan layanan ke wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Ia menambahkan, kolaborasi ini juga membuka peluang pengembangan model bisnis sirkular baru melalui solusi transportasi logistik serta mendorong budaya pilah-kemas-setor sampah di masyarakat.
Sementara itu, CEO & Co-Founder CASION Kevin Pudjiadi mengatakan pemahaman pasar dan pilot project bersama Grab membantu perusahaannya memvalidasi solusi pengisian daya kendaraan listrik (EV charging) yang terjangkau dan relevan, serta mempercepat perluasan infrastruktur kendaraan listrik secara berkelanjutan. Rekosistem juga menyebut GVV Batch 8 turut memfasilitasi startup di sektor kendaraan listrik untuk menguji solusi yang sesuai kebutuhan ekosistem Indonesia.
Program akselerator GVV tahun ini didukung Superbank dan Genesis Alternative Ventures sebagai mitra strategis utama yang menghadirkan kapabilitas di sektor teknologi, perbankan digital, dan solusi pembiayaan.
Di kesempatan yang sama, Grab mengumumkan kerja sama strategis dengan Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kolaborasi tersebut disebut menjadi bagian dari dukungan Grab terhadap pengembangan ekosistem digital nasional melalui gerakan 1.000 startup digital, Garuda Spark Hub, serta pemanfaatan teknologi baru untuk membangun ekosistem digital yang inovatif, inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Grab juga menyampaikan bahwa sejak pertama kali diluncurkan pada 2018, 83 persen dari total 35 alumni GVV disebut terus bertumbuh dan membangun bisnis berkelanjutan melampaui rata-rata global program akselerator sektor teknologi. Neneng Goenadi menyatakan Grab berharap perjalanan dan capaian peserta GVV Batch 8 dapat menginspirasi lebih banyak startup di Indonesia untuk menciptakan solusi berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat.