Lima mahasiswa Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri (UNM) mengembangkan Smart Security Door Lock, sistem pengaman pintu berbasis Internet of Things (IoT) yang ditujukan untuk mendukung konsep hunian modern. Tim tersebut terdiri dari Ihsan Aulia Rahman, Nouval Ghoonimu Tsawab, Kasa Inti Josia Tambunan, Muhamad Lintang Saujana Attamim, dan Muhammad Azzam.
Inovasi ini mengintegrasikan perangkat keras dengan sistem pengolahan serta analisis data. Melalui sistem tersebut, pengguna dapat melakukan autentikasi akses secara digital, memantau aktivitas secara real-time, dan merekam histori penggunaan untuk meningkatkan keamanan rumah secara lebih presisi dan efisien.
Ketua tim, Ihsan Aulia Rahman, menyebut proyek ini berangkat dari kebutuhan akan sistem keamanan yang lebih praktis dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ia mengatakan timnya ingin menghadirkan solusi keamanan yang tidak hanya mengandalkan kunci konvensional, melainkan dapat dikontrol secara digital dan memanfaatkan data untuk meningkatkan pengawasan serta kenyamanan pengguna.
Menurut Ihsan, pendekatan berbasis data juga membuka peluang pengembangan fitur lanjutan, seperti analisis pola akses hingga notifikasi otomatis ketika sistem mendeteksi aktivitas yang tidak biasa.
Smart Security Door Lock kemudian meraih Juara I pada Indoneris National IT Competition dan Pekan Seni Nasional CORIS 2025 untuk kategori IoT. Inovasi tersebut juga dipamerkan dalam Expo BTN Housingpreneur 2026, yang disebut menunjukkan potensi penerapannya di sektor properti dan ekosistem smart home.
Ketua Program Studi Sains Data UNM, Tati Mardiana, menilai capaian tersebut mencerminkan efektivitas pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan di kampus. Dalam rilis yang disampaikan Rabu (4/3), ia menyebut integrasi analisis data dan IoT pada inovasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk berpikir sistematis sekaligus aplikatif.
Tati menambahkan, berkembangnya hunian cerdas membuka peluang bagi talenta muda di bidang sains data untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi teknologi yang kompetitif. Ia juga menyatakan keberhasilan ini menegaskan mahasiswa UNM tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan karya teknologi yang berorientasi masa depan.