BERITA TERKINI
Lima Jurusan yang Diprediksi Paling Dibutuhkan hingga 2030, Ini Daftarnya

Lima Jurusan yang Diprediksi Paling Dibutuhkan hingga 2030, Ini Daftarnya

Memilih jurusan kuliah menjadi keputusan penting bagi generasi muda di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat. Calon mahasiswa kini disebut tidak lagi sekadar mengikuti tren, melainkan mulai mempertimbangkan prospek karier jangka panjang berdasarkan kebutuhan industri.

Sejumlah laporan industri global menunjukkan kebutuhan tenaga kerja ke depan akan banyak didominasi bidang teknologi dan bisnis. Transformasi digital di berbagai sektor turut mendorong tingginya permintaan talenta dengan kemampuan analisis data, pengembangan teknologi, serta pemahaman bisnis.

Dalam konteks tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) menyatakan menghadirkan program studi yang dinilai relevan dengan kebutuhan industri masa depan dan membekali mahasiswa dengan kompetensi yang aplikatif.

Berikut lima jurusan yang diprediksi memiliki prospek cerah hingga tahun 2030:

1. Sains Data
Jurusan ini berfokus pada pengolahan dan analisis data dalam skala besar (big data), termasuk machine learning serta pemrograman seperti Python atau R. Prospek kariernya antara lain Data Scientist, Data Analyst, dan AI Specialist. Bidang ini dibutuhkan karena banyak sektor industri mengandalkan data dalam pengambilan keputusan.

2. Informatika
Informatika mempelajari pengembangan perangkat lunak, sistem komputer, hingga kecerdasan buatan dan keamanan siber. Lulusan berpeluang berkarier sebagai Software Engineer, Mobile Developer, dan Cybersecurity Analyst. Permintaan meningkat seiring percepatan digitalisasi yang mendorong kebutuhan developer dan engineer.

3. Sistem Informasi
Sistem Informasi menggabungkan teknologi dan bisnis untuk meningkatkan efisiensi organisasi. Prospek kariernya mencakup System Analyst, IT Consultant, dan Business Analyst. Jurusan ini dinilai dibutuhkan karena perusahaan memerlukan penghubung antara tim teknis dan kebutuhan bisnis.

4. Bisnis Digital
Jurusan ini berfokus pada pengembangan usaha berbasis teknologi, seperti e-commerce dan startup. Lulusan dapat menekuni profesi Digital Marketer, E-commerce Specialist, hingga Startup Founder. Kebutuhannya didorong oleh perubahan perilaku konsumen yang semakin mengarah ke layanan digital.

5. Manajemen Berbasis Teknologi
Manajemen Berbasis Teknologi menekankan integrasi pengelolaan bisnis dengan pemanfaatan teknologi digital. Prospek kariernya meliputi Project Manager, Business Manager, dan Entrepreneur. Industri membutuhkan pemimpin yang memahami bisnis sekaligus teknologi.

Kepala Kampus UNM kampus Jatiwaringin, Bryan Givan, mengatakan pemilihan jurusan sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan industri di masa depan. “Banyak mahasiswa masih memilih jurusan karena ikut-ikutan. Padahal yang lebih penting adalah melihat relevansi jurusan tersebut dengan kebutuhan industri ke depan,” ujarnya, Rabu (1/4).

Ia juga menekankan pentingnya kombinasi kemampuan teknis dan bisnis. “Ke depan, lulusan yang paling dicari adalah mereka yang memiliki skill digital sekaligus memahami bagaimana bisnis berjalan,” tambahnya.

Meski demikian, pilihan jurusan tetap perlu disesuaikan dengan minat dan kemampuan. Tanpa keduanya, mahasiswa berisiko kesulitan bertahan dalam proses belajar.

UNM menyebut menyiapkan lingkungan pembelajaran yang adaptif dengan menggabungkan teori dan praktik agar selaras dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan diharapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang di era digital.