Hong Kong—Lenovo memamerkan sejumlah teknologi untuk menjawab kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (AI) dalam ajang Lenovo Tech World 26 Hong Kong. Charles Ferland, Vice President & General Manager ISG ESMB Commercial Group Lenovo, menegaskan bahwa kunci kesuksesan AI tidak hanya terletak pada model perangkat lunak, tetapi juga pada distribusi data yang fleksibel melalui infrastruktur hybrid.
Ferland menyoroti pergeseran perhatian industri dari tahap pelatihan AI (training) menuju fase penggunaan AI secara intensif atau AI inferencing. Menurutnya, bisnis membutuhkan kemampuan memproses data di mana pun data berada, baik di cloud, pusat data lokal (on-premise), maupun di titik terjauh jaringan (edge).
Dalam presentasi tersebut, Ferland menampilkan ThinkSystem SR675i yang ia sebut sebagai “The Beast”. Server ini disebut telah memegang delapan rekor dunia terkait performa AI. Kemampuannya ditunjukkan melalui studi kasus medis, di mana SR675i diklaim mampu menganalisis data sensitif dari pemindaian MRI berukuran 30GB dalam hitungan detik, sehingga diagnosis dapat dilakukan hampir secara instan.
Lenovo juga memperkenalkan ThinkSystem SR650i yang dirancang untuk beban kerja AI umum. Salah satu contoh penggunaannya adalah untuk deteksi penipuan (fraud detection) pada transaksi kartu kredit, dengan proses verifikasi dalam skala milidetik guna membantu mengamankan aset nasabah secara real-time.
Selain di pusat data, Lenovo menekankan bahwa pemrosesan AI tidak selalu harus dilakukan di fasilitas berskala besar. Melalui ThinkEdge SE455i, perusahaan membawa kemampuan AI lebih dekat ke lokasi fisik seperti toko ritel atau pabrik. Perangkat edge ini ditujukan untuk analisis video secara instan, misalnya memantau stok barang di rak toko agar operasional ritel berjalan tanpa gangguan.
Di sisi lain, Ferland menyinggung tantangan lingkungan akibat meningkatnya kebutuhan daya untuk AI. Untuk menjawabnya, Lenovo memperkenalkan generasi ke-6 Lenovo Neptune Liquid Cooling, teknologi pendingin cair yang ditujukan bagi pusat data modern yang semakin padat. Ferland menyatakan bahwa teknologi Neptune dapat membantu perusahaan mengurangi konsumsi energi pusat data hingga 40%, sekaligus menjaga performa komputasi tinggi tanpa mengabaikan efisiensi operasional.