Zalo disebut masih menjadi aplikasi seluler paling populer di Vietnam, berdasarkan laporan “Popularitas Aplikasi Seluler Vietnam 2026” yang dilakukan perusahaan riset pasar Q&Me pada Maret 2026.
Dari sisi penggunaan, Zalo menempati peringkat pertama dengan tingkat penggunaan 98%. Angka ini lebih tinggi dibanding sejumlah platform internasional, seperti Facebook (91%), Messenger (88%), TikTok (82%), dan YouTube (71%). Posisi lain dalam 10 besar ditempati aplikasi yang terkait kebutuhan sehari-hari, termasuk Shopee, Google Maps, Grab, Instagram, dan MoMo.
Laporan tersebut juga menyoroti perbedaan preferensi berdasarkan gender. Di kelompok pengguna perempuan, seluruh responden (100%) menyatakan Zalo sebagai aplikasi yang paling sering digunakan. Setelah itu, Facebook tercatat 89%, disusul TikTok 87%, Messenger 87%, dan YouTube 73%. Sementara di kelompok pengguna laki-laki, Zalo tetap memimpin dengan tingkat penggunaan 96%, di atas Facebook (93%), Messenger (89%), TikTok (76%), dan YouTube (69%).
Berdasarkan usia, Q&Me tidak menemukan perbedaan perilaku penggunaan yang signifikan. Pada pengguna berusia 27 tahun ke atas, Zalo tercatat 99%, lebih tinggi dari Facebook (91%) dan Messenger (84%). Untuk pengguna berusia 26 tahun ke bawah, Zalo mencatat 96% dan disebut tetap menjadi salah satu dari dua metode komunikasi utama bagi Generasi Z.
Di kategori aplikasi pesan dan panggilan online, Zalo juga mencatat tingkat penggunaan 98%, tertinggi di kelompok ini. Dari sisi durasi, Zalo menyumbang 15,7% dari total waktu penggunaan dalam kelompok aplikasi pesan/panggilan, sekitar dua kali lipat dibanding Messenger yang tercatat 6,0%.
Selain temuan tahun 2026, laporan tersebut juga menyebut bahwa pada 2025 Zalo memimpin dalam tingkat penetrasi dan tingkat preferensi, melampaui sejumlah aplikasi perpesanan internasional seperti Facebook, WhatsApp, dan Telegram.