BERITA TERKINI
Laporan Ericsson: 5G Dinilai Krusial untuk Percepat Adopsi AI di Indonesia, Jangkauan Ditargetkan 32% pada 2030

Laporan Ericsson: 5G Dinilai Krusial untuk Percepat Adopsi AI di Indonesia, Jangkauan Ditargetkan 32% pada 2030

Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 menempatkan teknologi 5G sebagai fondasi penting untuk mendukung adopsi kecerdasan buatan (AI) yang kian meningkat di Indonesia. Perkembangan AI dinilai mendorong kebutuhan pengalaman digital yang lebih cepat dan responsif, sekaligus menuntut kualitas jaringan yang dapat dioptimalkan secara real-time.

Dalam laporan tersebut, Ericsson menyoroti perubahan pola penggunaan data seluler, ketika pengguna mulai bergeser dari konsumsi konten pasif menuju pembuatan serta interaksi dengan konten berbasis AI. Ronni Nurmal, dalam keterangan resmi pada Sabtu (4/4/2026), menyatakan kondisi ini menuntut operator menghadirkan optimasi jaringan yang mengutamakan kebutuhan AI.

Ericsson juga menyebut kecepatan reaksi AI menjadi faktor yang memengaruhi kepuasan pengguna terhadap jaringan. Seiring konvergensi AI, cloud, dan layanan mobile, perangkat terus mengirim data ke cloud untuk pembelajaran real-time dan personalisasi layanan.

Selain penggunaan di ponsel pintar dan laptop, Ericsson memperkirakan pada 2030 jumlah pengguna AI di luar dua perangkat tersebut akan meningkat dua kali lipat. Perangkat yang dimaksud mencakup smartwatch, kacamata pintar, hingga asisten pada mobil pintar. Bahkan, 46% aktivitas AI diproyeksikan berlangsung di luar rumah atau gedung, sehingga membutuhkan konektivitas yang stabil di berbagai lokasi.

Secara global, jumlah pelanggan 5G diproyeksikan mencapai 2,9 miliar pada akhir 2025 dan meningkat menjadi 6,4 miliar pada 2031. Lebih dari 50% penggunaan data seluler diperkirakan akan didominasi jaringan 5G. Untuk Indonesia, target jangkauan 5G disebutkan mencapai 32% pada 2030.

Ericsson ConsumerLab menekankan bahwa performa jaringan tidak lagi hanya diukur dari kecepatan unduh, tetapi juga kualitas uplink dan pengalaman aplikasi real-time seperti panggilan video. Dalam konteks ini, integrasi AI dalam jaringan (AI for Networks) dan pemanfaatan jaringan untuk mendukung AI (Networks for AI) dipandang menjadi kunci layanan yang adaptif, efisien, dan sesuai kebutuhan pengguna.

Di Indonesia, sekitar 20% pengguna disebut rutin memakai AI yang menggabungkan teks, suara, atau gambar. Angka itu diperkirakan meningkat menjadi 41% pada 2030. Ericsson menilai 5G memungkinkan penggunaan AI di berbagai perangkat sekaligus, serta mempercepat adopsi layanan digital berbasis AR/VR, analitik video real-time, dan pengalaman imersif lainnya.

Laporan itu juga menempatkan 5G sebagai bagian dari infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Dengan kemampuan jaringan yang lebih tinggi, operator dinilai dapat menghadirkan layanan digital yang lebih personal, cepat, dan andal, sekaligus menyiapkan fondasi menuju era 6G.

Survei Ericsson ConsumerLab dilakukan pada Juni–Agustus 2025 dengan melibatkan lebih dari 43.000 pengguna smartphone di 27 negara, termasuk sekitar 34.000 responden aktif 5G di Indonesia. Hasil survei tersebut menyimpulkan integrasi AI dan 5G diproyeksikan menjadi salah satu motor utama transformasi digital dalam beberapa tahun mendatang.