Electronic Frontier Foundation (EFF), organisasi nonprofit yang berfokus pada hak-hak di dunia digital, baru-baru ini merilis laporan terkait perlindungan data pengguna di sejumlah perusahaan teknologi. Laporan ini menyoroti tingkat transparansi perusahaan dalam melindungi data pribadi pengguna atau pelanggan, terutama terkait permintaan data dari pemerintah.
Dalam laporan tersebut, EFF menyebut WhatsApp sebagai salah satu layanan yang dinilai tidak benar-benar melindungi data personal penggunanya. Selain itu, AT&T juga disebut sebagai perusahaan lain yang dinilai belum menjaga data pelanggan secara maksimal. EFF menempatkan penilaian ini dalam konteks berbagai kasus pelanggaran hak konsumen atas perlindungan data pribadi.
24 Perusahaan Diteliti, Sejumlah Nama Raih Skor Sempurna
Secara keseluruhan, ada 24 perusahaan besar yang masuk dalam daftar penelitian EFF terkait privasi pengguna. Di sisi lain, EFF juga mencatat sejumlah perusahaan yang memperoleh skor sempurna dalam hal proteksi data, yakni:
- Sonic.net
- Apple
- Credo
- Adobe
- Dropbox
- Wikimedia
- Yahoo
- Wordpress
Terlepas dari penilaian terhadap komitmen berbagai perusahaan dalam perlindungan data, EFF juga menyediakan panduan “pertahanan diri” dari pengawasan pihak ketiga. Menurut EFF, teknologi modern memungkinkan kegiatan pemantauan dan pengambilan data pengguna secara diam-diam.
Smartphone Dinilai Rentan, Malware Jadi Salah Satu Celah
EFF turut menyoroti smartphone sebagai salah satu perangkat utama untuk berkomunikasi yang dinilai tidak dirancang untuk mendukung keamanan dan privasi data pengguna. Dengan perangkat ini, lokasi pengguna dapat dilacak. EFF menyebut ada banyak cara untuk menyusup ke dalam smartphone, salah satunya melalui infeksi malware.
Malware dapat masuk ketika pengguna tanpa sengaja memasang aplikasi yang membawanya, atau melalui cara lain yang dilakukan secara diam-diam. Jika sudah terinfeksi, malware disebut dapat membaca data pribadi yang tersimpan di perangkat, termasuk mengakses pesan teks dan foto tanpa sepengetahuan pemiliknya. Selain itu, malware juga bisa mengaktifkan sensor perangkat untuk mengetahui lokasi pengguna.
Mematikan Ponsel Tidak Selalu Efektif
EFF juga menyinggung anggapan bahwa mematikan smartphone bisa menjadi cara efektif untuk menghindari pengawasan. Namun, menurut EFF, terdapat jenis malware yang dapat menipu pengguna sehingga perangkat terlihat mati padahal sebenarnya masih aktif.
Karena itu, EFF menyarankan pengguna lebih berhati-hati dalam menggunakan perangkatnya, termasuk membatasi penyimpanan data personal di dalam smartphone.