Perkembangan kecerdasan buatan (AI) belakangan memunculkan kekhawatiran di kalangan pekerja, seiring kemampuan model bahasa besar (large language model/LLM) yang terus meningkat dan semakin sering dipakai dalam berbagai aktivitas kerja. Situasi ini memicu pertanyaan: sejauh mana AI dapat mengambil alih peran manusia di dunia kerja?
Laporan terbaru Anthropic berjudul Labor Market Impacts of AI: A New Measure and Early Evidence menunjukkan bahwa dampaknya belum separah yang dibayangkan. Dalam laporan tersebut, peneliti tidak hanya menilai kemampuan AI secara teoritis, tetapi juga membandingkannya dengan penggunaan nyata chatbot Claude di lingkungan profesional.
Hasilnya, adopsi AI di tempat kerja saat ini dinilai masih jauh dari batas maksimal kemampuan AI. Meski demikian, laporan itu tetap memetakan profesi yang mulai terdampak serta pekerjaan yang sejauh ini tergolong lebih aman.
10 profesi yang dinilai masih relatif aman dari gempuran AI
Berikut daftar profesi yang disebut masih relatif aman:
1. Guru
2. Tenaga pendidik
3. Perawat
4. Praktisi kesehatan
5. Pekerja pertanian
6. Mekanik sepeda motor
7. Koki
8. Pencuci piring
9. Penjaga pantai
10. Pengacara litigasi
10 profesi yang paling terancam terdampak AI
Laporan tersebut juga mencatat, profesi yang paling terdampak umumnya berasal dari pekerjaan digital yang banyak dilakukan di depan layar dan relatif mudah diotomatisasi. Programmer disebut sebagai profesi dengan tingkat paparan AI tertinggi. Setelah itu, sejumlah pekerjaan lain juga masuk dalam kategori paling rentan terdampak.
Daftar profesi yang dinilai paling terancam terdampak AI meliputi:
1. Programmer
2. Customer service
3. Data entry
4. Spesialis rekam medis
5. Analis riset pasar dan pemasaran
6. Tenaga penjualan grosir dan manufaktur
7. Analis keuangan dan investasi
8. Software QA/penguji perangkat lunak
9. Analis keamanan informasi
10. Spesialis dukungan komputer
Secara umum, perkembangan AI mulai mengubah peta dunia kerja, terutama pada profesi yang bertumpu pada tugas digital dan mudah diotomatisasi. Namun, masih ada pekerjaan yang dinilai lebih aman karena menuntut interaksi manusia, keterampilan fisik, serta pengambilan keputusan langsung di lapangan.
Memahami pekerjaan yang paling terdampak dan yang relatif aman dinilai dapat menjadi bekal bagi pekerja untuk beradaptasi menghadapi perubahan teknologi ke depan.