BERITA TERKINI
Laporan Anthropic: 10 Profesi Paling Terpapar AI dan Pekerjaan yang Masih Relatif Aman

Laporan Anthropic: 10 Profesi Paling Terpapar AI dan Pekerjaan yang Masih Relatif Aman

Gelombang kecerdasan buatan (AI), terutama kemajuan model bahasa besar (LLM), memicu kekhawatiran soal masa depan pekerjaan. Namun, laporan terbaru dari Anthropic memberi gambaran yang lebih terukur tentang seberapa besar AI benar-benar digunakan di dunia kerja saat ini, sekaligus memetakan profesi yang paling terdampak dan yang relatif aman.

Dalam laporan berjudul Labor Market Impacts of AI: A New Measure and Early Evidence, Anthropic tidak hanya menilai kemampuan AI secara teoretis. Peneliti membandingkan potensi tersebut dengan data penggunaan nyata chatbot Claude oleh para profesional. Kesimpulannya, adopsi AI di tempat kerja saat ini dinilai masih jauh dari batas kemampuan teknologi itu sendiri.

Meski demikian, laporan tersebut menunjukkan ada sejumlah profesi yang paparan AI-nya tinggi, terutama pekerjaan yang banyak dilakukan di depan layar dan memiliki tugas yang dapat diotomatisasi.

10 profesi dengan tingkat paparan AI tertinggi

Berdasarkan laporan Anthropic, berikut 10 profesi yang paling terpapar AI:

1) Programmer (74,5%): Tugas seperti menulis kode, membuat pembaruan, dan mengelola perangkat lunak semakin banyak dibantu atau diotomatisasi AI.

2) Customer service (70,1%): Interaksi dengan pelanggan, pemrosesan pesanan, hingga penanganan keluhan mulai banyak dialihkan ke chatbot.

3) Data entry (67,1%): Pekerjaan repetitif seperti membaca dokumen sumber dan memasukkan data ke sistem menjadi area yang mudah diotomatisasi.

4) Spesialis rekam medis (66,7%): Pengompilan, peringkasan, dan pengodean data pasien termasuk tugas yang makin dapat dikerjakan sistem otomatis.

5) Analis riset pasar dan pemasaran (64,8%): Penyusunan laporan, pembuatan grafik, hingga menerjemahkan temuan riset ke dalam teks tertulis semakin lazim dikerjakan mesin.

6) Sales/tenaga penjualan grosir dan manufaktur (62,8%): Rutinitas menghubungi pelanggan untuk demonstrasi produk dan meminta pesanan memiliki paparan AI yang cukup tinggi.

7) Analis keuangan dan investasi (57,2%): Analisis informasi keuangan untuk proyeksi bisnis, industri, atau ekonomi demi keputusan investasi dapat dieksekusi lebih cepat dengan bantuan LLM.

8) Software QA/penguji perangkat lunak (51,9%): Aktivitas memodifikasi perangkat lunak untuk memperbaiki bug atau meningkatkan performa mulai banyak didelegasikan ke AI.

9) Analis keamanan informasi (48,6%): Penilaian risiko siber dan pengujian keamanan pemrosesan data juga terdampak tren otomasi.

10) Spesialis support komputer (46,8%): Menjawab pertanyaan pengguna terkait perangkat lunak atau perangkat keras untuk menyelesaikan masalah teknis semakin sering ditangani agen AI.

Profesi yang dinilai paling aman dari AI

Di sisi lain, Anthropic mencatat sekitar 30% pekerja di Amerika Serikat berada pada level paparan AI “nol persen”. Artinya, tugas harian mereka dinilai terlalu jarang atau bahkan mustahil untuk digantikan mesin, setidaknya untuk saat ini. Kelompok ini umumnya melibatkan keterampilan fisik, interaksi manusia tingkat tinggi, atau pekerjaan lapangan.

Beberapa profesi yang disebut memiliki paparan AI sangat rendah antara lain:

Guru dan tenaga pendidik: AI dapat membantu penilaian tugas, tetapi pengelolaan kelas secara langsung masih merupakan ranah manusia.

Perawat dan praktisi kesehatan: Profesi perawat terdaftar disebut memiliki tingkat paparan AI yang sangat minim dalam proyeksi lapangan kerja.

Pekerja lapangan dan pekerjaan kasar: Termasuk pekerja pertanian (misalnya memangkas pohon dan mengoperasikan traktor), mekanik sepeda motor, koki dan tukang cuci piring, penjaga pantai, bartender, hingga penjaga ruang ganti.

Pengacara litigasi: Pekerjaan yang menuntut perwakilan klien secara lisan di ruang sidang dinilai masih jauh dari jangkauan otomasi AI.

Kelompok paling rentan justru profesional berpendidikan tinggi

Laporan ini juga mencatat temuan lain: pekerja dengan paparan AI tinggi justru banyak berasal dari kalangan profesional berpendidikan tinggi dan bergaji besar. Data menunjukkan pekerja yang sangat terpapar AI didominasi lulusan sarjana (37,1%) dan pascasarjana (17,4%). Rata-rata upah mereka tercatat 32,69 dolar AS per jam, lebih tinggi dibanding pekerja yang tidak terpapar AI sama sekali (22,23 dolar AS per jam).

Belum ada lonjakan pengangguran massal

Meski daftar profesi dengan paparan tinggi dapat memicu kekhawatiran, Anthropic menyebut hingga laporan itu dirilis tidak ditemukan lonjakan pengangguran yang masif, termasuk pada profesi yang paling rentan. Dengan demikian, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran akibat AI dinilai belum menjadi realitas dalam waktu dekat.