Denpasar — Korean Tourism Organisation (KTO) bersama sejumlah startup terpilih dari Korea Selatan melakukan kunjungan kerja ke Bali untuk menjajaki peluang kerja sama, khususnya terkait digitalisasi dan pengembangan bisnis. Kunjungan tersebut dipimpin Mr. Lee dari KTO, didampingi perwakilan KTO Singapore dan KTO Jakarta.
Ketua NCPI (Nawa Cita Pariwisata Indonesia) Bali yang juga pengurus Kadin Bali, Agus Maha Usadha, mengatakan kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan pada tahun sebelumnya. Ia menyebut inisiatif pertemuan berawal dari Startup Junkie yang diawali oleh Mr. Lin dan Mr. Louis Diesel bersama NCPI Bali. Menurutnya, Bali dipilih karena dinilai sebagai pintu gerbang masuk wisatawan dunia.
Dalam agenda kunjungan, rombongan startup Korea yang disebut telah terbukti di negaranya berencana masuk melalui Bali. Sejumlah perwakilan yang hadir antara lain Adam Gilchrist (CTO UniUni), Albert Oh (Head of Product H2O Hospitality), CEO emCT, Kyung Koo Lee (Team Manager TripBtoz), Jayce Jang (Head of Global Biz ONDA), Choojin Park (CEO Starpickers), Jungmin Lee (Co-founder Woorikidsplus), serta perwakilan KTO Ha-neul Kim (Manager), Young Kuen Lee (Director), Jeong Da Wa (Deputy Director Singapore), dan Yeon Jae Chang (Deputy Director Jakarta).
Rombongan juga bertemu dengan pengurus Kadin Bali. Ketua Kadin Bali Made Ariandi bersama jajaran pengurus, termasuk Drs. I Gusti Ketut Sukarba, MM (Koordinator Wakil Ketua Umum), Agus Maha Usadha (WKU Bidang Pariwisata), Drs. I Wayan Witama (WKU Bidang Perijinan), A.A. Wira Pramana (WKU Bidang Teknologi dan Informasi), I Wayan Padu (WKU Bidang Vokasi), serta Ni Nyoman Ayu Suastini (WKU Bidang Kerjasama Internasional), menyambut positif potensi kolaborasi tersebut.
Ariandi berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti menjadi langkah nyata berupa hubungan bisnis antara pengusaha Bali dan pelaku usaha Korea dalam koordinasi Kadin. Ia juga mendorong agar pembahasan berlanjut dalam bentuk kegiatan lanjutan, termasuk business matching, untuk memperkuat koneksi antarpelaku usaha.
Agus Maha Usadha menekankan pentingnya peningkatan program kerja sama secara berkelanjutan. Sementara itu, Louis Diesel selaku Director of Asia Startup Junkie bersama Lin Hwang selaku Director of Indonesia menyampaikan bahwa Bali sangat dikenal di Korea, sehingga dinilai memiliki potensi besar untuk kolaborasi pengembangan startup digital bagi kebutuhan industri pariwisata, termasuk mencari solusi atas persoalan yang muncul.
Agus mencontohkan salah satu isu yang dapat dibahas dalam kerja sama, yakni terkait “digital control” pada bisnis rental sepeda motor untuk pariwisata yang belakangan disinyalir memunculkan masalah yang dimanfaatkan wisatawan asing. Dalam pertemuan sebelumnya, menurutnya, wisatawan mancanegara pada intinya menginginkan kemudahan, kenyamanan, dan pengalaman lokal. Karena itu, ia menilai digitalisasi dapat membuka konektivitas pasar Bali–Korea agar layanan menjadi lebih baik dan praktis.
Melalui kerja sama ini, para pihak berharap pemanfaatan teknologi dapat mendukung perubahan gaya hidup berwisata, meningkatkan kualitas layanan, serta menghadirkan fasilitas yang mendorong quality tourism. Selain itu, kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan bagi wisatawan sekaligus memberi pendapatan bagi UMKM lokal.