Seorang peretas anonim bernama “Jimbo” mengklaim telah meretas situs kpu.go.id dan memperoleh data pemilih dari situs tersebut. Klaim itu disampaikan Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha, pada Selasa malam (28/11).
Menurut Pratama, akun anonim “Jimbo” membagikan 500 ribu contoh data yang disebut berasal dari hasil peretasan melalui sebuah unggahan di BreachForums, forum yang kerap digunakan untuk memperjualbelikan data hasil peretasan.
Dalam unggahan itu, kata Pratama, turut disertakan beberapa tangkapan layar dari laman https://cekdptonline.kpu.go.id/ sebagai upaya memverifikasi kebenaran data yang diklaim diperoleh.
Pratama menjelaskan, “Jimbo” juga menyebut telah mendapatkan 252 juta data, namun terdapat sejumlah data yang terduplikasi. Setelah dilakukan penyaringan, disebutkan terdapat 204.807.203 data unik.
Jumlah tersebut, lanjut Pratama, hampir sama dengan jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) KPU, yakni 204.807.222 pemilih yang tersebar di 514 kabupaten/kota di Indonesia serta 128 negara perwakilan.
Menanggapi klaim tersebut, Ketua Divisi Teknis KPU Idham Holik menyatakan seluruh sistem informasi di KPU terlindungi dan aman. Ia mengatakan KPU sedang melakukan pengecekan atau digital foot print analysis terhadap sistem informasi KPU yang memuat data pemilih.
“Saya meyakini, semua sistem informasi KPU dalam kondisi terlindungi dan aman,” kata Idham.
Sebelumnya, pada 2022, peretas Bjorka juga pernah mengklaim memperoleh 105 juta data pemilih dari situs KPU.