Konten kreator sekaligus fotografer asal Amerika Serikat, Ryan Matta, menilai video yang menampilkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang minum kopi kemungkinan merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).
Video yang memperlihatkan Netanyahu membeli kopi tersebut diunggah melalui akun media sosial resminya. Unggahan itu diduga dimaksudkan untuk menepis spekulasi mengenai kondisi atau keberadaan Netanyahu setelah lama tidak muncul di publik.
Melalui video di kedai kopi itu, Netanyahu juga tampak ingin membantah tudingan sebagian warganet yang sebelumnya menyebut video pidatonya merupakan hasil olahan AI. Dalam rekaman tersebut, Netanyahu terlihat memegang secangkir cappuccino sambil menatap ke arah kamera, lalu mengatakan bahwa dirinya ingin menikmati secangkir kopi.
Namun, Matta menyampaikan dugaan bahwa video tersebut tidak asli. Pendapatnya diunggah dalam sebuah video di akun Instagram @shotsbymatta pada Senin (16/3/2026). Ia mengaku melakukan analisis dengan memeriksa rekaman Netanyahu menggunakan aplikasi editor video Videoleap.
Matta mengatakan ada sejumlah kejanggalan visual yang membuatnya meragukan keaslian video. “Ada tiga atau empat hal yang menurut saya jelas menunjukkan bahwa video ini adalah AI,” kata Matta dalam videonya.
Dalam penjelasannya, Matta menyebut ia meninjau video secara frame demi frame. Salah satu detail yang disorot adalah pergerakan cangkir kopi yang menurutnya janggal. Ia menilai cairan tampak meluap di tepi cangkir, tetapi tidak terlihat tumpah. “Saya mencoba menunjukkan pergerakan cangkirnya karena terlihat seperti meluap di sisi-sisinya, tapi Anda tidak melihatnya tumpah, yang menurut saya cukup aneh,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perubahan detail visual pada permukaan kopi serta desain pada cangkir yang dinilainya berubah secara tiba-tiba. Menurut Matta, pola pada cangkir tampak mendadak menjadi lebih jelas ketika posisinya mendekati wajah Netanyahu. “Lihat itu berubah? Tiba-tiba desainnya menjadi hampir sempurna. Sangat jelas dan bersih, seperti baru saja keluar dari cangkir Starbucks,” kata Matta.
Selain itu, Matta menyinggung adanya dugaan loncatan frame (jump frame) pada bagian tertentu video. Ia mengklaim terdapat perubahan posisi tubuh yang terjadi tiba-tiba tanpa transisi gerakan yang halus. Menurutnya, hal semacam itu tidak lazim pada rekaman video normal. “Tidak ada kamera normal yang akan meloncat satu frame seperti itu. Saya belum pernah melihat kamera melakukan itu,” ujarnya. Ia menambahkan, dalam video tersebut tubuh Netanyahu terlihat berpindah posisi dalam satu frame tanpa gerakan yang alami. “Itu bukan gerakan yang natural,” kata Matta.
Matta juga mempertanyakan konteks video yang menampilkan Netanyahu berada di kedai kopi. “Benjamin Netanyahu muncul di kedai kopi. Dia melewatkan briefing militernya,” ujar Matta.
Di akhir videonya, Matta menyimpulkan bahwa rekaman tersebut kemungkinan besar merupakan video palsu. “Ini video palsu (AI),” kata Matta. “Beri tahu saya apa yang kalian pikirkan.”
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait mengenai keaslian video yang dianalisis Matta tersebut.