JAKARTA — Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam mencari makanan mengalami perubahan seiring berkembangnya layanan pesan antar online. Jika sebelumnya rekomendasi tempat makan banyak diperoleh dari teman atau media sosial, kini konsumen cenderung mengandalkan rating, ulasan pelanggan, promo, serta harga sebelum memutuskan memesan makanan melalui aplikasi.
Country Marketing and Communications Head Grab Indonesia, Melinda Savitri, mengatakan kualitas dan rasa makanan tidak lagi menjadi satu-satunya pertimbangan. Menurutnya, banyak pengguna mencari makanan yang terjangkau, tersedia promo, memiliki pilihan yang beragam, dan tetap menjaga kualitas serta rasa.
“Konsumen kita biasanya mencari makanan yang affordable, ada promo, pilihannya beragam dan tentu kualitas dan rasanya baik. Maka dari itu, rating juga jadi salah satu pertimbangan penting karena membantu konsumen memilih merchant yang sesuai dengan ekspektasi mereka,” kata Melinda dalam konferensi pers Grab Bintang 5 Awards di Jakarta, Jumat, 8 Mei.
Ia menjelaskan, sistem rating bintang lima di aplikasi menjadi bentuk kurasi langsung dari pelanggan yang telah mencoba makanan. Dengan demikian, pengguna dinilai lebih mudah menemukan pilihan yang tidak hanya enak, tetapi juga relevan dari sisi harga dan kualitas.
“Kadang makanan memang enak, tapi kalau terlalu mahal jadi kurang relevan buat sebagian konsumen. Karena itu, rating membantu orang mencari makanan yang lezat, cocok di kantong, dan sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.
Melihat kebiasaan tersebut, platform layanan pesan antar makanan seperti GrabFood menghadirkan ajang penghargaan kuliner berbasis pilihan pelanggan yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia. Program ini mengajak masyarakat memilih merchant makanan favorit melalui sistem voting online.
Tahun ini, ratusan merchant dari berbagai kategori kuliner masuk dalam nominasi, mulai dari jajanan kaki lima, restoran kasual, kafe, hingga tempat makan legendaris dan premium. Merchant yang masuk dalam daftar merupakan hasil kurasi berdasarkan konsistensi kualitas, rating tinggi, serta ulasan pengguna di aplikasi.
Melinda menilai banyaknya pilihan makanan di aplikasi membuat konsumen membutuhkan referensi yang lebih praktis dan dapat dipercaya. “Pilihan kuliner sekarang sangat banyak. Keberadaan kurasi atau rating bintang lima menjadi penting agar konsumen lebih mudah menemukan makanan yang sesuai dan tidak gagal saat mencoba tempat baru,” katanya.
Ajang penghargaan ini juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha kuliner lokal menjangkau lebih banyak pelanggan sekaligus memperkuat posisi wisata kuliner Indonesia. Pemenang akan ditentukan melalui kombinasi voting publik dan penilaian berdasarkan performa merchant di platform digital.
Tren tersebut menunjukkan pengalaman memesan makanan secara online kini tidak hanya soal kecepatan layanan, tetapi juga bagaimana konsumen semakin selektif dalam memilih berdasarkan ulasan, harga, dan pengalaman pelanggan lain. “Melalui ini kami berharap dapat terus mendukung pertumbuhan ekosistem kuliner Indonesia sekaligus membantu merchant lokal menjangkau lebih banyak pelanggan. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk berkontribusi langsung dengan melakukan voting di microsite resmi kami hingga 15 Mei 2026,” tutur Melinda.