BERITA TERKINI
Komunitas di Palangka Raya Ajak Anak Beraktivitas Tanpa Gadget di CFD Yos Sudarso

Komunitas di Palangka Raya Ajak Anak Beraktivitas Tanpa Gadget di CFD Yos Sudarso

Sejumlah anak mengikuti kegiatan literasi tanpa gawai di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, Minggu (26/4/2026) pagi. Di bawah rindang pepohonan, mereka duduk rapi di atas tikar dan menyimak dongeng yang dibawakan secara interaktif.

Dongeng tersebut disampaikan Duta Baca Kalimantan Tengah, Yanti, dengan menggunakan boneka tangan. Anak-anak tampak fokus mengikuti alur cerita hingga selesai, merespons dengan antusias selama sesi berlangsung.

Setelah dongeng, kegiatan berlanjut dengan aktivitas mewarnai. Anak-anak mengambil kertas gambar dan krayon, lalu duduk dalam kelompok kecil. Suasana menjadi lebih santai dengan percakapan ringan dan tawa kecil di sela goresan warna yang memenuhi kertas.

Rangkaian kegiatan itu merupakan bagian dari Lapak Literasi yang diinisiasi komunitas Pensil Kita ID. Program ini menjadi ruang alternatif bagi anak-anak untuk beraktivitas, berekspresi, dan berinteraksi tanpa bergantung pada gadget.

Menurut perwakilan Pensil Kita ID, Ricky Dwi Suhardi, kegiatan yang rutin digelar komunitas tersebut dinilai semakin relevan seiring diberlakukannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), yang resmi berlaku sejak 28 Maret 2026.

Aturan itu membatasi akses digital anak, khususnya di bawah usia 16 tahun, terhadap berbagai platform media sosial dan permainan daring. Kebijakan tersebut ditujukan untuk melindungi anak dari paparan konten negatif, perundungan siber, hingga kecanduan digital.

Ricky menyatakan pihaknya mendukung kebijakan tersebut. Namun, ia menilai pembatasan akses perlu diimbangi dengan pendampingan aktivitas di dunia nyata.

“Kalau menurut kami, kebijakan ini bagus untuk melindungi anak di ruang digital. Kami setuju. Tapi kami bukan melarang anak menggunakan gadget, melainkan bagaimana mengimbangi penggunanan gedget dengan aktivitas di luar itu,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia menambahkan, aktivitas seperti membaca, menggambar, dan permainan interaktif dapat menjadi cara untuk mengalihkan perhatian anak dari layar gawai.