Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan akan mengevaluasi operator seluler yang kedapatan masih menyalakan layanan data seluler saat Hari Raya Nyepi di Bali. Menteri Komdigi Meutya Hafid mengatakan temuan tersebut akan dicatat sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan Nyepi berikutnya.
Pernyataan itu disampaikan Meutya di Kabupaten Badung, Selasa, sebagai respons atas informasi bahwa layanan data seluler masih hidup dan dimanfaatkan masyarakat pada Kamis (19/3). Padahal, sesuai kesepakatan antara kementerian dan pemerintah daerah, layanan paket internet telepon seluler seharusnya dimatikan, kecuali untuk objek-objek vital.
Meutya awalnya mengira akses internet yang digunakan warga Bali saat Nyepi sepenuhnya berasal dari jaringan WiFi rumah masing-masing, yang memang tetap menyala. Namun, setelah disinggung soal kemunculan aktivitas siaran langsung di jalan atau di luar rumah melalui media sosial, ia menilai perlu dilakukan evaluasi.
Salah satu langkah evaluasi yang disebutkan adalah meninjau jarak rumah warga yang masih mendapatkan layanan data seluler dengan objek vital seperti rumah sakit atau kantor kepolisian. Menurut Meutya, ada kemungkinan layanan data seluler masih terakses bukan karena operator tidak mematikan jaringan, melainkan karena lokasi rumah warga berada dalam radius objek vital.
“Ya itu memang kondisinya faktanya bahwa untuk layanan umum, objek-objek vital itu tidak diputus ya, selebihnya harus putus di seluruh Bali, tapi nanti kalau ada yang nakal dicatat ya,” kata Meutya sambil memberi perintah kepada jajarannya.
Sementara itu, salah satu operator seluler, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), menyatakan berkomitmen mengikuti regulasi Nyepi. IOH mengklaim akses data seluler yang masih didapat sebagian masyarakat terjadi karena jarak rumah berada sekitar 500 meter hingga 1,5 kilometer dari objek vital.
Tim Teknologi Operasi Indosat Bali Nusra, I Nyoman Sayang, mengatakan layanan yang tetap menyala ditujukan untuk objek vital. Ia menambahkan, jaringan dapat melambat atau hilang seiring waktu karena penggunaan data meningkat meski jaringan hanya disiapkan untuk kebutuhan di objek vital.