BERITA TERKINI
Kolaborasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA Perkuat Eksistensi Kampung Lali Gadget di TikTok

Kolaborasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNESA Perkuat Eksistensi Kampung Lali Gadget di TikTok

SIDOARJO—Perkembangan media sosial menjadikan TikTok sebagai salah satu platform yang dinilai efektif untuk membangun citra dan memperkuat eksistensi komunitas berbasis edukasi, termasuk Kampung Lali Gadget di Sidoarjo. Kampung Lali Gadget dikenal sebagai ruang bermain edukatif yang mendorong anak-anak mengurangi ketergantungan pada gawai melalui permainan tradisional, workshop, dan berbagai aktivitas lainnya.

Dalam upaya memperluas jangkauan informasi, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terlibat dalam penyusunan strategi konten Kampung Lali Gadget. Peran mahasiswa mencakup perancangan ide, penulisan naskah, hingga pengolahan visual dan audio yang disesuaikan dengan karakter audiens TikTok. Pengetahuan tentang komunikasi massa, media digital, dan strategi pesan diterapkan agar konten mudah dipahami, relevan, serta mendorong keterlibatan pengguna.

Pelaksanaan kerja kolaboratif ini dibagi ke dalam beberapa tim. Tiga tim Marketing Komunikasi menangani penyusunan rencana konten (content plan) serta kebutuhan promosi. Tim Communication Development bertugas mengembangkan ide konten dengan tetap mengutamakan nilai edukatif meskipun memiliki unsur promosi. Sementara itu, tim Manajemen Media menangani aspek produksi konten.

Kolaborasi tersebut disebut membantu meningkatkan visibilitas Kampung Lali Gadget sebagai destinasi wisata edukatif dan ruang digital detox bagi anak. Informasi mengenai program dan aktivitas yang disebarkan melalui TikTok membuat publik lebih mudah mengenal Kampung Lali Gadget, termasuk orang tua, sekolah, dan komunitas yang kemudian tertarik untuk datang dan mencoba langsung permainan tradisional, workshop edukatif, serta kegiatan lainnya.

Konten yang dipublikasikan juga dinilai menarik perhatian pengunjung, karena sebagian pengunjung mengetahui Kampung Lali Gadget pertama kali melalui TikTok. Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi ruang praktik untuk menerapkan teori komunikasi dan digital marketing, sekaligus menegaskan peran sosial Ilmu Komunikasi dalam mendukung gerakan pendidikan dan pelestarian budaya lokal melalui media digital yang dekat dengan keseharian generasi muda.