BERITA TERKINI
Klaim Internet Gratis Selama Ramadan Viral di Medsos, Tautan Mengarah ke Dugaan Phishing

Klaim Internet Gratis Selama Ramadan Viral di Medsos, Tautan Mengarah ke Dugaan Phishing

Informasi yang mengklaim adanya program internet gratis selama bulan Ramadan 1477 H ramai beredar di media sosial. Dalam unggahan yang viral, narasi menyebut sejumlah penyedia layanan memberikan promo internet gratis, disertai tautan yang diklaim sebagai akses pendaftaran program.

Salah satu unggahan disebut berasal dari akun Facebook “Info Terkini Internet Gratis 2026”. Akun tersebut menuliskan ajakan, antara lain, “Akses Internet Jadi Lebih Mudah — selama bulan ramadhan Gratis untuk Anda!” serta menyebut program tersedia untuk seluruh masyarakat.

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tautan yang dibagikan melalui Facebook dengan mengakses dan memeriksa alamat situs yang tercantum dalam unggahan. Hasil pemeriksaan menunjukkan tautan itu tidak mengarah ke situs resmi program Internet Rakyat, melainkan menuju laman yang menampilkan formulir digital dan meminta pengunjung mengisi data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram.

Permintaan data pribadi melalui laman yang tidak terverifikasi disebut sebagai salah satu ciri praktik phishing, yakni upaya penipuan untuk mengumpulkan informasi sensitif pengguna. Modus semacam ini berpotensi disalahgunakan untuk penipuan lanjutan maupun pencurian identitas.

Untuk pembanding, tim juga menelusuri akun Instagram resmi internetralkyat.id. Dalam unggahan resminya, pengelola program menegaskan pendaftaran hanya dilakukan melalui situs resmi internetrakyat.id. Pihak Internet Rakyat juga mengingatkan masyarakat agar memastikan pengisian data berlangganan IRA (Internet Rakyat) dilakukan secara eksklusif melalui laman tersebut serta berhati-hati terhadap tautan tidak resmi yang beredar di media sosial.

Dengan demikian, tautan yang beredar di Facebook terkait klaim internet gratis selama Ramadan bukan merupakan situs resmi Internet Rakyat dan mengarah ke laman yang meminta data pribadi, sehingga berpotensi menjadi modus phishing.