BERITA TERKINI
KISI Siapkan Pipeline IPO 2026 dan Perkuat Layanan Ritel Lewat Aplikasi iKISI

KISI Siapkan Pipeline IPO 2026 dan Perkuat Layanan Ritel Lewat Aplikasi iKISI

Memasuki kuartal pertama 2026, pasar modal Indonesia disebut menunjukkan ketahanan yang kuat. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal terus meningkat hingga melampaui 19 juta, didorong oleh naiknya literasi digital serta diversifikasi pilihan instrumen, mulai dari saham, Exchange Traded Fund (ETF), reksa dana, hingga waran terstruktur.

Di tengah tren tersebut, PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) menyatakan memperkuat perannya sebagai perusahaan efek yang agresif menggarap pasar ritel dan investment banking. Selain mengembangkan layanan ritel melalui aplikasi iKISI, KISI juga menyiapkan rencana membawa sejumlah perusahaan untuk melantai di BEI sepanjang 2026.

Direktur Utama KISI Kyoung Hun Nam menyampaikan, perusahaan melihat peluang pasar pada 2026 masih terbuka. KISI memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menembus level 9.000 pada tahun ini, dengan dukungan sektor pertambangan, konsumsi, dan teknologi.

Dalam penguatan sisi investment banking, KISI mengklaim memiliki pipeline untuk penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). “Kami tengah bersiap membawa hingga 8 perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2026, dengan target aset mencapai Rp3 triliun. Langkah ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui pendalaman pasar modal,” ujar Nam.

Di sisi ritel, KISI menonjolkan aplikasi iKISI sebagai layanan yang memungkinkan investor mengakses berbagai transaksi dalam satu platform. Menurut Nam, melalui iKISI investor dapat bertransaksi saham, ETF, reksa dana, waran terstruktur, hingga membeli IPO tanpa perlu berpindah aplikasi.

Selain fitur, KISI juga menawarkan program biaya transaksi untuk periode hingga 30 Juni 2026. Dalam program tersebut, biaya transaksi beli ditetapkan sebesar 0,13% dan biaya transaksi jual sebesar 0,23%.