BERITA TERKINI
Sulit Dapat Driver Ojol, Keluhan Muncul di Jakarta hingga Cimahi di Tengah Perdebatan Tarif

Sulit Dapat Driver Ojol, Keluhan Muncul di Jakarta hingga Cimahi di Tengah Perdebatan Tarif

Fenomena sulitnya mendapatkan pengemudi ojek online (ojol) belakangan ramai diperbincangkan. Sejumlah pengguna mengeluhkan pemesanan yang terasa lebih sulit dari biasanya: waktu tunggu menjadi lebih lama, bahkan ada yang tidak mendapatkan driver sama sekali.

Keluhan serupa banyak disebut terjadi di Jakarta dan dikuatkan oleh pengalaman warganet yang mengaku kesulitan memperoleh driver saat sedang diburu waktu. Namun, situasi ini juga dirasakan di luar Ibu Kota.

Pengalaman tersebut dialami penulis saat memesan layanan ojol roda dua untuk menuju rumah sakit di Kota Cimahi. Dalam kondisi normal, driver biasanya mudah didapat, cepat merespons, dan berasal dari lokasi yang relatif dekat. Kali ini, driver yang menerima pesanan justru berjarak hingga sekitar 4 kilometer dari titik penjemputan.

Perjalanan pun baru bisa dimulai setelah dua kali pergantian driver. Pengemudi pertama tidak memberikan kabar dan pergerakannya justru semakin menjauh dari lokasi pemesan.

Situasi itu memunculkan pertanyaan tentang apa yang terjadi di lapangan, terutama karena dampaknya dirasakan langsung oleh konsumen yang selama ini mengandalkan layanan ojol untuk mobilitas harian.

Berdasarkan penelusuran informasi dan rangkuman pengalaman warganet dari sisi penumpang maupun pengemudi, persoalan ini dipahami melibatkan tiga pihak: mitra pengemudi, penumpang, dan aplikator.

Salah satu titik yang banyak dibicarakan adalah perdebatan seputar tarif. Dari sisi penumpang, tarif murah menjadi pilihan menarik di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti. Aplikator kemudian menghadirkan skema tarif baru bernama “HEMAT” dengan harga di bawah tarif reguler.

Namun, kebijakan tersebut memunculkan pro dan kontra, khususnya dari kalangan driver. Sejumlah pengemudi menilai tarif “HEMAT” terlalu rendah dan menekan pendapatan. Selain itu, disebutkan pula adanya biaya langganan kepada aplikator agar pengemudi bisa mendapatkan penumpang yang memilih metode “HEMAT”. Konsekuensinya, pengemudi perlu menyiapkan modal awal untuk memperbesar peluang memperoleh order.

Di tengah tarik-menarik kepentingan antara harapan penumpang akan tarif terjangkau dan keberatan pengemudi terhadap potongan serta skema biaya, keluhan sulitnya mendapatkan driver menjadi salah satu dampak yang dirasakan pengguna di lapangan.