Di tengah cuaca di sejumlah kota Asia Tenggara yang kian gerah, kipas portabel kini tidak lagi dipandang semata sebagai alat penyejuk. Bagi sebagian anak muda, perangkat ini juga menjadi bagian dari gaya. Menangkap tren tersebut, GOOJODOQ merilis seri GFS025 yang memadukan fungsi kipas portabel dengan tampilan bergaya kamera sinematik.
Langkah ini mengikuti kecenderungan gadget multifungsi yang tengah digemari Gen Z, terlebih setelah kolaborasi GOOJODOQ dengan ikon pop dunia, Mai Davika.
Dari sisi desain, GFS025 tampil berbeda dibanding kipas portabel pada umumnya yang berbentuk bulat. Perangkat ini mengusung bodi menyerupai kamera saku jadul berukuran ringkas. Selain memberi kesan retro, bentuknya disebut ergonomis untuk digenggam satu tangan, sehingga cocok digunakan saat bepergian, termasuk ketika harus berdiri di transportasi umum atau berada di keramaian seperti konser.
Meski berukuran mungil, GFS025 menawarkan pengaturan kecepatan angin yang lebih variatif. Jika kipas portabel biasa umumnya memiliki tiga pilihan kecepatan, perangkat ini menyediakan 100 level kecepatan sehingga pengguna dapat menyesuaikan hembusan angin secara lebih presisi.
Dalam keterangan di situs resminya, bagian kepala kipas dapat ditekuk hingga 180 derajat. Dengan begitu, GFS025 tidak hanya bisa digunakan dengan cara digenggam, tetapi juga dapat dilipat dan diletakkan di meja sebagai kipas meja.
Fitur yang paling menonjol adalah kamera bawaan. GFS025 memungkinkan pengguna merekam video spontan dengan tone warna hangat dan sinematik, sehingga dinilai relevan untuk kebutuhan konten yang serba cepat. Rekaman dapat disimpan di kartu MicroSD (TF Card), yang memudahkan pemindahan data ke laptop atau ponsel.
Untuk menunjang penggunaan harian, GOOJODOQ membekali perangkat ini dengan baterai berkapasitas 2.500 mAh. Perangkat ini juga disebut telah mengantongi sertifikasi FCC, CE, dan RoHS sebagai aspek pendukung keamanan penggunaan.
Kehadiran GFS025 menunjukkan bagaimana perangkat fungsional seperti kipas portabel semakin diposisikan sebagai bagian dari gaya, seiring menyatunya kebutuhan teknologi dan tren fashion di kalangan pengguna muda.