BERITA TERKINI
Ketegangan AS-Israel-Iran Picu Kekhawatiran atas Infrastruktur AI dan Pusat Data di Timur Tengah

Ketegangan AS-Israel-Iran Picu Kekhawatiran atas Infrastruktur AI dan Pusat Data di Timur Tengah

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang meningkat sejak akhir Februari 2026 memunculkan kekhawatiran baru bagi industri teknologi global. Konflik yang memanas dinilai berpotensi mengancam infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang dalam beberapa tahun terakhir banyak dibangun di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Nvidia, Microsoft, Oracle, hingga OpenAI, diketahui menanamkan investasi untuk membangun pusat data dan fasilitas komputasi di negara-negara Teluk Persia. Nilai investasi yang dipertaruhkan disebut mencapai triliunan dollar AS.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara seperti Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Qatar aktif menarik perusahaan teknologi AS serta investor global agar menanamkan modal di wilayah mereka. Pemerintah setempat menawarkan berbagai insentif, mulai dari fasilitas perkantoran modern hingga dukungan pendanaan dari dana kekayaan negara (sovereign wealth fund).

Upaya tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang negara-negara Teluk untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada sektor minyak dan gas. Infrastruktur komputasi untuk AI menjadi salah satu sektor yang paling agresif dikembangkan, dengan perusahaan teknologi dari Silicon Valley termasuk yang paling aktif berinvestasi.

Nvidia, Microsoft, dan Oracle dilaporkan telah mengucurkan dana besar untuk membangun berbagai fasilitas teknologi di kawasan tersebut, termasuk pusat data yang menjadi tulang punggung pengembangan AI.

Namun, situasi berubah setelah konflik bersenjata antara Iran dan koalisi AS serta Israel meletus dalam beberapa hari terakhir. Serangan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari memicu respons balasan dari Teheran. Dalam serangan balasan itu, Iran disebut tidak hanya menargetkan fasilitas militer, tetapi juga sejumlah target nonmiliter di negara-negara kawasan Teluk.

Salah satu dampak langsungnya adalah serangan drone terhadap infrastruktur teknologi. Dua pusat data milik Amazon Web Services (AWS) di UEA dilaporkan terkena serangan drone Iran pada Minggu (1/3/2026). AWS menyatakan salah satu Availability Zone (AZ) di region ME-CENTRAL-1, yakni mec1-az2, terpaksa dihentikan operasinya akibat insiden tersebut.

Gangguan itu menyebabkan sebagian pelanggan mengalami masalah pada layanan komputasi awan, terutama pada API jaringan Amazon EC2. Selain itu, sebuah fasilitas teknologi lain di Bahrain juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan serupa.

Memburuknya situasi keamanan turut mendorong pemerintah AS menutup sejumlah kedutaan besarnya di Timur Tengah, termasuk di Kuwait dan Arab Saudi.