Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI meluncurkan Garuda Spark Innovation di Pos Bloc Medan, Sabtu, 8 November 2025. Program ini disebut menjadi momentum bagi anak muda di Medan untuk berkreasi dan berinovasi di bidang digital.
Menteri Komdigi RI Meutya Hafid mengatakan Garuda Spark merupakan pusat inovasi yang terbuka bagi generasi muda, komunitas, serta pelaku industri kreatif digital. Ia menyebut peluncuran tersebut sebagai tonggak baru, sekaligus menjelaskan alasan Medan dipilih karena sejak lama dikenal sebagai pusat kreativitas dan memiliki ekosistem startup yang baik.
Menurut Meutya, Garuda Spark Innovation Hub dirancang menjadi ruang berkumpul, berdiskusi, dan berkolaborasi bagi pelaku startup digital. Sejumlah fasilitas yang disediakan meliputi ruang rapat, ruang kelas, internet berkecepatan tinggi, serta akses jejaring dengan mentor, investor, dan komunitas teknologi.
“Garuda Spark Innovation Hub dapat menjadi ruang berkumpul dan berdiskusi untuk melahirkan inovasi melalui startup-startup baru di bidang digital,” ujar Meutya.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyambut baik kehadiran Garuda Spark Innovation Hub. Ia menilai program tersebut dapat mendorong pertumbuhan anak muda Medan untuk berkreasi dan berinovasi di bidang digital.
“Kami menyambut dengan tangan terbuka. Kami bangga karena Garuda Spark akhirnya diluncurkan, program yang memang ditunggu-tunggu anak muda Medan,” kata Rico.
Rico menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, terutama dalam lima tahun terakhir, yang telah mengubah banyak aspek kehidupan. Karena itu, ia menegaskan pemerintah perlu hadir mendampingi masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu beradaptasi dan memanfaatkan kemajuan digital secara produktif.
Ia juga menyebut anak muda Medan dinilai kreatif, potensial, dan cepat menyerap perubahan, namun membutuhkan ruang untuk berkreasi. Dengan kekayaan budaya yang dimiliki, ia meyakini akan muncul lebih banyak anak muda yang membangun startup jika potensi tersebut dikembangkan secara kreatif.
Dalam kegiatan yang turut dihadiri pejabat Kementerian Komdigi serta sejumlah pelaku startup dari berbagai komunitas digital di Kota Medan itu, Rico menegaskan arus dunia digital tidak bisa dibendung. Menurutnya, yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk beradaptasi dan mengkapitalisasinya menjadi peluang ekonomi baru.
“Pemuda Medan tangguh dan tidak mudah menyerah. Dengan adanya ruang berbagi dan kolaborasi seperti Garuda Spark, pemerintah kota akan terus mendorong anak muda menjadi pelaku utama di dunia digital,” ujarnya.