BERITA TERKINI
Kemenristekdikti Tekankan Peran Perpustakaan Riset dalam Meningkatkan Literasi Tata Kelola Keuangan

Kemenristekdikti Tekankan Peran Perpustakaan Riset dalam Meningkatkan Literasi Tata Kelola Keuangan

JAKARTA – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menegaskan pentingnya tata kelola keuangan yang baik sebagai salah satu kunci pengembangan sektor industri dan korporasi di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im, menyampaikan hal tersebut dalam peresmian Perpustakaan Riset Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara yang didirikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI di kantor pusat BPK, Jakarta, pada 28 Juni 2018.

Ainun menilai perpustakaan riset ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat koleksi buku, belajar, dan membaca, melainkan juga sebagai sarana bagi para peneliti untuk menghasilkan karya ilmiah yang dapat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Lebih penting lagi, perpustakaan riset tidak hanya soal koleksi, tetapi juga tentang bagaimana ke depan memproduksi ilmu pengetahuan yang memberi manfaat pada masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Ainun menyoroti kondisi literasi masyarakat Indonesia saat ini. Menurutnya, indeks literasi membaca Indonesia berada di peringkat 60, masih di bawah Thailand yang menempati posisi 59. Sedangkan dari segi minat menulis, Indonesia menghasilkan sekitar 12.000 tulisan per tahun, jauh lebih rendah dibandingkan India dengan 60.000 tulisan dan China yang mencapai 140.000 tulisan per tahun.

Perpustakaan riset ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan literasi dan produktivitas ilmiah di Indonesia, khususnya dalam bidang tata kelola dan akuntabilitas keuangan negara.