BERITA TERKINI
Kemenlu dan Komdigi Gelar Startup Talks untuk Perkuat Kolaborasi Ekosistem Startup Indonesia–Eropa

Kemenlu dan Komdigi Gelar Startup Talks untuk Perkuat Kolaborasi Ekosistem Startup Indonesia–Eropa

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Startup Talks bertema “Bridging Innovation: Strengthening Indonesia–Europe Startup Ecosystem Collaboration” di Jakarta, Senin, 1 Desember 2025.

Forum ini mempertemukan para duta besar dan perwakilan negara-negara Eropa, asosiasi bisnis, akademisi, serta pelaku ekosistem startup dari Indonesia dan Eropa dalam satu wadah kolaborasi.

Berdasarkan keterangan di situs Kemenlu RI pada Selasa, 2 Desember 2025, kegiatan tersebut ditujukan untuk memperluas jejaring inovasi Indonesia dengan kawasan Eropa. Fokusnya antara lain memperkuat peran ekosistem pendukung seperti inkubator, akselerator, dan pusat inovasi universitas guna menjembatani peluang kerja sama baru, termasuk riset bersama, kemitraan inovasi, serta kolaborasi antarlembaga.

Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Diplomasi Ekonomi, Zelda Wulan Kartika, menekankan pentingnya memperkuat konektivitas inovasi di tengah transformasi teknologi global, terutama melalui kolaborasi dengan Eropa. Menurutnya, kemampuan Indonesia memanfaatkan peluang kerja sama lintas batas akan menjadi penentu daya saing nasional, sejalan dengan arah diplomasi ekonomi yang menempatkan inovasi dan teknologi sebagai elemen strategis hubungan luar negeri.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Dr. Sonny H. Sudaryana, memaparkan potensi dan tantangan ekosistem startup Indonesia yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Ia juga memperkenalkan inisiatif Garuda Sparks Innovation Hub yang menargetkan terciptanya 1.000 startup baru, penguatan talenta digital, serta perluasan ekspansi ke pasar global.

Sesi diskusi panel dipandu CEO Daily Social Rama Mamuaya, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari kedua kawasan, yakni Mega Prawita (Managing Director KUMPUL), Ridwan Fadil Arif (Senior Program Manager Habibie Innovation Incubator), Dicky Sukmana (CEO Panemaya Digital), Reza Pir Nazar (Co-President La French Tech Indonesia), serta Fenna Marliasari (Lead UK–Indonesia Tech Hub).

Diskusi menyoroti peluang dan tantangan yang dihadapi para ecosystem enabler dalam mendorong ekspansi startup Indonesia ke pasar internasional. Sejumlah inisiatif yang dibahas mencakup program immersion visit serta partisipasi dalam pameran teknologi global, seperti London Tech Week dan VivaTech Paris.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap dapat memperkuat komitmen Indonesia dalam membangun masa depan inovasi yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan.