JAKARTA — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kolaborasi pembangunan desa berbasis riset, teknologi, dan inovasi, Selasa (28/4).
Kerja sama ini ditujukan untuk menghubungkan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat desa, sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan yang berdampak langsung di lapangan.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemendiktisaintek, Fauzan Adziman, menyatakan sinergi lintas sektor diperlukan agar inovasi tidak berhenti di lingkungan akademik. “Nota kesepahaman ini menjadi langkah penting agar riset dan inovasi tidak hanya berkembang di kampus, tetapi hadir sebagai solusi konkret bagi pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Dalam MoU tersebut, terdapat tiga fokus utama yang menjadi prioritas bersama. Pertama, penguatan sumber daya manusia (SDM) desa melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan pemuda, termasuk pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.
Kedua, hilirisasi inovasi melalui penerapan hasil riset dan teknologi tepat guna di sektor-sektor strategis, seperti pertanian, ekonomi lokal, pendidikan, hingga ketahanan desa.
Ketiga, pengembangan desa binaan sebagai living laboratory bagi perguruan tinggi. Melalui pendekatan ini, inovasi tidak hanya diuji secara akademis, tetapi juga diterapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Fauzan menambahkan, kolaborasi tersebut dirancang sebagai langkah konkret yang terukur dan berorientasi pada dampak. “Kami ingin memastikan bahwa setiap inovasi yang dihasilkan benar-benar relevan, aplikatif, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa,” katanya.
Sementara itu, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto menekankan peran desa sebagai penggerak baru pembangunan nasional. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dan lembaga riset penting untuk menghadirkan solusi inovatif yang mampu menjawab tantangan pembangunan desa.