BERITA TERKINI
Kemendikdasmen Soroti Tingginya Kecanduan Internet pada Remaja di Jakarta

Kemendikdasmen Soroti Tingginya Kecanduan Internet pada Remaja di Jakarta

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyoroti meningkatnya penggunaan gawai dan internet di kalangan anak dan remaja, terutama di DKI Jakarta. Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, menyebut tren tersebut perlu diantisipasi karena berpotensi memengaruhi keseharian anak.

Rusprita mengungkapkan, sekitar 31,4 persen remaja di Jakarta mengalami kecanduan internet. Ia juga menyampaikan bahwa 7 dari 10 remaja putri disebut kecanduan media sosial, sementara 9 dari 10 remaja putra kecanduan gim daring. Pernyataan itu disampaikan Rusprita sebagaimana dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Jumat (27/3).

Menurut Rusprita, kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan mental dan kualitas interaksi sosial anak apabila tidak diimbangi dengan aktivitas positif di lingkungan keluarga. Ia menekankan peran keluarga sebagai faktor penting dalam menghadapi tantangan adiksi gawai. “Orang tua perlu menghadirkan aktivitas-aktivitas bermakna di rumah agar anak-anak dapat mengisi waktu dengan kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan,” ujarnya.

Untuk merespons situasi tersebut, Kemendikdasmen menggelar kegiatan “Safari Penguatan Karakter: #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga”. Program ini ditujukan untuk menghadirkan waktu berkualitas antara anak dan orang tua sekaligus memperkuat karakter anak di tengah tantangan penggunaan gawai.

Rusprita menjelaskan, kegiatan Safari Penguatan Karakter dirancang dengan pendekatan yang menarik, partisipatif, dan kontekstual, serta melibatkan komunitas sebagai mitra, salah satunya Kampung Dongeng Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, anak-anak mengikuti sejumlah aktivitas edukatif, mulai dari pemutaran film pendek produksi Pusat Penguatan Karakter berjudul “Benih Kejujuran”, pagelaran dongeng “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” bertema “Tabib Kesayangan Raja”, permainan edukasi berbasis kearifan lokal, hingga refleksi melalui penulisan esai untuk meningkatkan literasi anak pada jenjang sekolah dasar.

Rusprita menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kampanye Gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga yang mengajak orang tua meluangkan waktu setiap hari bersama anak untuk mendukung tumbuh kembang mereka. “Kami berharap melalui kegiatan yang sederhana namun penuh makna ini, anak-anak dapat belajar tentang nilai-nilai kebaikan dan kejujuran, sementara orang tua dan guru terus membersamai proses tumbuh kembang mereka,” kata Rusprita.

Melalui Safari Penguatan Karakter, Kemendikdasmen berharap praktik penguatan karakter berbasis keluarga dapat semakin meluas di berbagai daerah. Pemerintah juga menargetkan terbentuknya ekosistem pendidikan yang saling mendukung antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media dalam membangun generasi Indonesia yang berkarakter.